Ekonesia – Timnas Thailand berhasil mengunci posisi teratas Grup B Piala AFF 2026 usai menaklukkan Myanmar dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu lalu. Kemenangan krusial ini dipastikan melalui dua eksekusi penalti yang sukses, sekaligus mengamankan tiket semifinal bagi skuad Gajah Perang. Hasil ini juga memastikan Thailand akan berhadapan dengan Singapura, runner-up Grup A, di babak empat besar, menghindari pertemuan dini dengan rival berat Vietnam.
Baca juga: Asuransi Kesehatan: Nasabah Wajib Lebih Cermat!
Sejak peluit awal dibunyikan, skuad Gajah Perang langsung menunjukkan dominasinya. Tekanan bertubi-tubi mereka membuahkan hasil pada menit ke-11. Pelanggaran handball oleh bek Myanmar di area terlarang memicu hadiah penalti. Worachit yang maju sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan, melesakkan bola ke gawang tanpa bisa dihalau, membawa Thailand unggul 1-0.

Myanmar tak tinggal diam. Mereka mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang terbaik datang pada menit ke-26 saat Moe Kyaw menyambut umpan silang, namun sundulannya masih melebar tipis dari sasaran. Tim tamu kembali mengancam jelang turun minum. Moe Aung berhasil menerobos pertahanan Thailand dari sisi kiri dan melepaskan tembakan keras, sayangnya bola hanya membentur mistar gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Thailand bertahan hingga jeda.
Baca juga: Lo Celso Gemilang! Betis Puncaki Klasemen La Liga!
Memasuki paruh kedua, Myanmar masih berupaya keras mencari gol penyama. Namun, pertahanan Thailand tetap kokoh dan terorganisir. Keunggulan tuan rumah justru bertambah pada menit ke-52. Lagi-lagi, bek tengah Myanmar melakukan handball di kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit kembali menunjuk titik putih. Jehhanafee menjalankan tugasnya dengan sempurna, tembakan kerasnya tak terbendung dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Meski tertinggal dua gol, Myanmar enggan menyerah. Pada menit ke-65, Naing Tun menciptakan peluang berbahaya melalui aksi individu dari sisi kiri, melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Namun, dewi fortuna belum berpihak, bola kembali membentur mistar gawang. Thailand kemudian memilih bermain lebih pragmatis, memperkuat lini belakang untuk menjaga keunggulan. Myanmar kesulitan menembus pertahanan rapat tersebut hingga pertandingan berakhir di menit 90+8, dengan skor akhir 2-0.
Kemenangan ini tak hanya mengantarkan Thailand ke puncak Grup B, tetapi juga memperpanjang rekor impresif mereka atas Myanmar. Dalam lima pertemuan terakhir, Thailand selalu berhasil keluar sebagai pemenang. Skuad asuhan Anthony Hudson memang datang dengan performa meyakinkan. Dalam lima laga terakhir sebelum menghadapi Myanmar, mereka mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang, dengan produktivitas 10 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Di Piala AFF 2026 ini, Thailand menunjukkan kekuatan pertahanan yang solid, mencetak delapan gol tanpa kebobolan dalam tiga pertandingan sebelumnya. Kekuatan mereka tidak bergantung pada satu individu, melainkan kontribusi kolektif dari pemain seperti Waris Choolthong, Yotsakorn Burapha, dan Teerasak Poeiphimai.
Di sisi lain, Myanmar sebenarnya memiliki lini serang yang cukup produktif, meraih dua kemenangan beruntun atas Filipina dan Laos, serta mencetak 12 gol dalam tiga laga. Pemain seperti Win Naing Tun dan Than Paing menjadi tumpuan di lini depan. Namun, masalah pertahanan kembali menghantui mereka, dengan 14 gol bersarang di gawang dalam lima pertandingan terakhir. Absennya Maung Maung Lwin akibat kartu merah saat melawan Laos juga menjadi pukulan telak bagi tim.
Pada akhirnya, dua hadiah penalti menjadi penentu langkah Thailand untuk menyingkirkan perlawanan Myanmar. Kini, seluruh fokus mereka tertuju pada laga semifinal kontra Singapura, dalam upaya merebut gelar juara.



Tinggalkan komentar