Anthoni Salim Ungkap Fakta Laba INDF Merosot

Agus Riyadi

3 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Kabar kurang menggembirakan datang dari raksasa makanan dan minuman PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Emiten yang merupakan bagian dari Grup Salim ini mencatatkan kemerosotan laba bersih yang signifikan, anjlok 19% pada paruh pertama tahun 2026. Penurunan ini memicu pertanyaan di kalangan investor, dan Direktur Utama Anthoni Salim akhirnya angkat bicara mengenai penyebab utamanya.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk INDF tercatat sebesar Rp4,72 triliun hingga Juni 2026. Angka ini jauh di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp5,84 triliun.

Anthoni Salim Ungkap Fakta Laba INDF Merosot
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Anthoni Salim menjelaskan bahwa terpangkasnya laba tersebut utamanya dipicu oleh tingginya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi. Kerugian ini timbul dari aktivitas pendanaan perusahaan, seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi.

Meski laba bersih terkoreksi, ada sisi positif yang patut dicermati dari kinerja Indofood. Perusahaan justru berhasil mencatatkan kenaikan penjualan neto konsolidasi yang cukup solid, melonjak 9% menjadi Rp65,53 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Rp59,84 triliun pada semester pertama tahun lalu, menunjukkan kekuatan operasional inti perusahaan dalam meningkatkan pendapatan.

"Di tengah gejolak ketidakpastian global yang masih berlanjut, Indofood mampu membukukan kinerja operasional yang kokoh di semester pertama 2026 ini," ujar Salim dalam pernyataan resminya. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara penguasaan pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan struktur neraca yang sehat.

Dari sisi permodalan, total aset INDF per Juni 2026 tercatat mencapai Rp231,24 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan berada di angka Rp124,7 triliun dan liabilitasnya sebesar Rp106,5 triliun.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post