Ekonesia – Afrika Selatan berhasil mengukir kejutan fenomenal di ajang Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Bafana Bafana sukses mengamankan tiket menuju fase gugur setelah menaklukkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 dalam laga krusial di Estadio Monterrey pada Kamis dini hari WIB. Hasil ini menempatkan Afrika Selatan di posisi kedua Grup A dengan koleksi empat poin, sementara Korea Selatan terpaksa puas di peringkat ketiga dan kini nasibnya bergantung pada hasil pertandingan grup lain.
Baca juga: VW & Xpeng Gebrak Pasar! Teknologi Canggih Merambah Mobil Bensin
Korea Selatan sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Baru dua menit pertandingan berjalan, sundulan Kim Min-Jae nyaris saja memecah kebuntuan sebelum Aubrey Modiba melakukan penyelamatan gemilang tepat di garis gawang. Tak lama berselang, Lee Kang-In juga mendapatkan kesempatan emas, namun tembakannya melenceng dari gawang.

Setelah tekanan awal tersebut, Afrika Selatan mulai menemukan pola permainan terbaiknya. Thapelo Maseko sempat menciptakan ancaman namun berhasil diblokir oleh Lee Gi-Hyuk. Peluang lain datang dari Thalente Mbatha dan Evidence Makgopa, tetapi keduanya berhasil dimentahkan penjaga gawang Kim Seung-Gyu.
Baca juga: IKN Siapkan Kejutan Air Raksasa Apa yang Terjadi
Memasuki babak kedua, Maseko sempat menyia-nyiakan kesempatan berharga ketika usahanya digagalkan oleh blok vital Jens Castrop. Namun, penyerang Afrika Selatan itu akhirnya membuka skor pada menit ke-63. Menyambut umpan mendatar dari Tshepang Moremi, Maseko dengan tenang menceploskan bola ke sudut kanan bawah gawang Korea Selatan, membuat seisi Estadio Monterrey bersorak.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan. Korea Selatan berupaya keras menyamakan kedudukan. Son Heung-Min dan Seol Young-Woo melancarkan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti, tetapi gagal mengancam serius Ronwen Williams. Sementara itu, sundulan Park Jin-Seob mampu ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang Afrika Selatan. Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.
Perjalanan Afrika Selatan di turnamen ini dimulai dengan awal yang pahit. Mereka kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka dan harus bermain dengan sepuluh pemain akibat dua kartu merah. Banyak pihak kemudian mempertanyakan kans mereka untuk lolos dari fase grup. Namun, Afrika Selatan tidak patah arang. Mereka berhasil mencuri satu angka saat bermain imbang melawan Ceko sebelum akhirnya menaklukkan Korea Selatan dalam laga penentuan.
Maseko menjadi sosok sentral di balik kemenangan ini. Ia melepaskan lima kali percobaan, enam sentuhan di dalam kotak penalti lawan, serta memberikan kontribusi sebesar 0,32 expected goals dari total 1,1 expected goals timnya. Gol ke gawang Korea Selatan juga menyimpan makna mendalam. Itu menjadi kali pertama Afrika Selatan memimpin dalam sebuah laga Piala Dunia sejak kemenangan 2-1 atas Prancis pada Juni 2010. Sepanjang turnamen, Maseko juga menjadi pemain Afrika Selatan dengan tembakan terbanyak, yakni delapan kali. Menariknya, gol ke gawang Korea Selatan merupakan satu-satunya tendangan yang mengarah ke gawang yang ia catat sejauh ini.
Di kubu lawan, Korea Selatan tercatat hanya delapan kali melepaskan tembakan dengan 1,0 expected goals. Kekalahan ini memupus harapan mereka untuk finis di dua posisi teratas Grup A. Meskipun demikian, tim besutan Hong Myung-bo masih memiliki peluang lolos. Saat ini Korea Selatan berada di peringkat keempat dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik dengan koleksi tiga poin dan selisih gol minus satu. Delapan dari dua belas tim peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak 32 besar.
Afrika Selatan layak mendapatkan pujian setinggi-tingginya atas keberhasilan ini. Setelah memulai turnamen dengan kekalahan dan dua kartu merah, banyak tim biasanya akan kehilangan fokus dan motivasi. Namun mereka justru memperlihatkan mental baja dan berhasil bangkit di dua laga sisa. Korea Selatan sebaliknya terlihat kesulitan mengonversi dominasi penguasaan bola menjadi ancaman nyata. Ketika laga membutuhkan pemain yang membuat perbedaan, Maseko berhasil melakukannya. Bagi Afrika Selatan, gol tersebut bisa menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi sepak bola mereka.


Tinggalkan komentar