OJK Yakin Asing Serbu Bursa RI Usai MSCI

Agus Riyadi

18 Juni 2026

2
Min Read

Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK menaruh harapan besar pada hasil evaluasi pasar oleh penyedia indeks global MSCI. Regulator meyakini keputusan penting ini akan menjadi magnet bagi investor asing untuk kembali mengalirkan modalnya ke pasar modal Indonesia yang sempat lesu.

Saat ini seluruh pelaku pasar menanti dua agenda krusial dari MSCI. Pertama adalah hasil MSCI Accessibility Review yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Kemudian, pengumuman MSCI Market Classification Review akan menyusul pada 24 Juni 2026. Kedua tanggal ini disebut-sebut sebagai penentu arah investasi asing di Tanah Air.

OJK Yakin Asing Serbu Bursa RI Usai MSCI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa eksodus modal dari pasar saham Indonesia belakangan ini tak lepas dari reposisi portofolio investor pasif asing. Perubahan komposisi saham dalam indeks MSCI menjadi pemicu utama penarikan dana tersebut.

Hasan menyoroti puncak arus keluar dana asing yang terjadi pada akhir Mei 2026. Momen tersebut bertepatan dengan pelaksanaan rebalancing indeks MSCI. "Terlihat jelas penjualan bersih yang sangat besar pada tanggal 29 Mei 2026 lalu, itu adalah momentum terbesar," ungkap Hasan saat ditemui di Gedung DPR RI Jakarta Rabu 17 Juni 2026.

Data per 15 Juni 2026 menunjukkan investor asing masih membukukan penjualan bersih sebesar Rp6745 triliun secara tahun berjalan. Namun Hasan menegaskan bahwa aktivitas pembelian oleh investor asing di pasar domestik tetap berlangsung. OJK berambisi partisipasi investor asing dapat meningkat seiring sinyal positif dari hasil review MSCI dan berbagai perbaikan yang telah dilakukan regulator.

"Kami secara bertahap ingin mengundang kembali partisipasi asing. Terutama jika kita amati, setiap hari tidak hanya ada aksi jual, tetapi juga ada posisi beli yang dicatatkan asing," tambahnya.

Hasan optimistis hasil kajian market accessibility dan market classification MSCI akan memberikan indikasi cerah bagi investor. "Saya yakin nanti akan terkonfirmasi positif di hasil review market accessibility dan diperkuat dengan konfirmasi hasil market classification. Kami berharap ini menjadi pedoman utama bagi seluruh investor, khususnya asing, untuk kembali secara selektif masuk ke pasar modal kita," ujarnya.

Sebelumnya OJK dan Bursa Efek Indonesia BEI telah membantah rumor yang beredar di pasar mengenai dugaan penurunan status Indonesia menjadi frontier market oleh MSCI. Hingga kini Indonesia tetap kokoh berstatus sebagai emerging market dalam klasifikasi MSCI.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post