Ekonesia – Pasar modal Indonesia pada hari Selasa 9 Juni 2026 mencatat sejarah dengan euforia luar biasa. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG menunjukkan performa fantastis melesat tinggi memecahkan rekor baru. Namun di tengah pesta pora yang menyelimuti bursa ada kisah kontras dari empat emiten yang justru terperosok dalam jurang kerugian mendalam.
Baca juga: Wow! Inilah Daftar Pemenang Wanita Inspiratif 2025!
IHSG benar-benar menunjukkan kekuatannya pada penutupan perdagangan sesi kedua hari ini. Indeks acuan ini melonjak tajam 757 persen atau setara 40451 poin dan berhasil mencapai level 574665. Sentimen positif menyelimuti bursa dengan 678 saham menguat 89 saham melemah dan 48 saham stagnan. Nilai transaksi harian menembus angka fantastis Rp 2777 triliun melibatkan 4470 miliar saham dalam 270 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek naik menjadi Rp 10120 triliun.

Di balik gemerlapnya performa IHSG yang menghijau terang benderang empat saham berikut justru menjadi sorotan utama karena anjlok signifikan. Mereka masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam atau top losers hari ini.
Baca juga: UMKM Bisa Terbang Tinggi? Apindo Jadi Kunci!
PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk GRIA memimpin daftar koreksi dengan penurunan 25 poin atau 1488 persen menutup perdagangan di harga Rp143 per saham. Pelemahan ini disinyalir sebagai aksi ambil untung investor setelah GRIA mencatat kenaikan harga yang fantastis sebelumnya. Bahkan saat IHSG terpuruk pada 8 Juni GRIA sempat menjadi salah satu bintang yang justru bersinar di tengah badai.
Selanjutnya ada PT Citra Tubindo Tbk CTBN yang merosot 1100 poin atau 1477 persen ke posisi Rp6350 per saham. Pelemahan CTBN ini erat kaitannya dengan periode ex-dividen tunai. Emiten tersebut baru saja membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp465 per saham dengan tanggal cum dividen pada 8 Juni 2026 dan ex-dividen pada 9 Juni 2026.
Senasib dengan CTBN PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk MPMX juga mengalami koreksi 155 poin atau 1449 persen bertengger di harga Rp915 per saham. Saham MPMX memasuki masa ex-dividen setelah sebelumnya diburu investor untuk mendapatkan hak dividen tunai sebesar Rp170 per saham dengan total nilai mencapai Rp451895706465.
Terakhir PT Dua Putra Utama Makmur Tbk DPUM ditutup anjlok 22 poin atau 1467 persen menjadi Rp128 per saham. Pergerakan saham DPUM masih dibayangi oleh rekam jejak kasus hukum dan suspensi perdagangan sebelumnya. Hal ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Spekulasi akuisisi oleh investor strategis yang sempat memicu lonjakan harga sesaat sebelum suspensi juga menjadi faktor. Pihak perseroan sendiri mengakui kinerja tahun 2026 masih terbebani pajak tangguhan yang menghambat pemulihan laba bersih.




Tinggalkan komentar