Ekonesia – CEO Nvidia Jensen Huang, salah satu taipan teknologi paling berpengaruh di dunia, memberikan respons mengejutkan terkait rencana pengenaan pajak kekayaan di California, Amerika Serikat. Alih-alih keberatan, Huang justru menyatakan tidak masalah dengan potensi kewajiban pajak yang bisa mencapai US$7,75 miliar atau setara Rp134 triliun. Sikap ini kontras dengan pandangan sejumlah miliarder lain yang mengkhawatirkan dampak regulasi tersebut.
Baca juga: City Bantai Al Ain, Haaland Ngamuk! Ada Apa?
Huang menegaskan bahwa ia tidak pernah terlalu memikirkan detail aturan pajak itu. Baginya, keputusan untuk menetap di Silicon Valley membawa konsekuensi yang siap ia tanggung, termasuk kewajiban pajak yang ditetapkan pemerintah setempat. "Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya," ujarnya lugas.

Kekayaan Huang, yang pada awal Januari lalu tercatat mencapai US$155 miliar, membuatnya masuk dalam kategori wajib pajak yang diincar oleh proposal California. Aturan yang diusulkan menetapkan tarif pajak 5% bagi individu dengan total kekayaan di atas US$1,1 miliar.
Baca juga: Emiten Cokelat Ini Bakal Rights Issue Jumbo
Respons Huang ini berbeda jauh dengan pandangan beberapa rekan miliardernya. Palmer Luckey, pendiri perusahaan pertahanan Anduril, sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran bahwa usulan pajak tersebut akan memaksa para pemilik perusahaan untuk menjual sebagian besar aset mereka demi membayar pajak. "Sekarang saya dan rekan-rekan pendiri saya harus mencari uang tunai miliaran dolar," tulisnya di media sosial X pada akhir Desember. Sementara itu, pemodal ventura sekaligus salah satu pendiri Sun Microsystems, Vinod Khosla, memprediksi bahwa pajak kekayaan justru akan memicu eksodus orang-orang kaya dari California.
Rencana pajak kekayaan ini telah digulirkan sejak November 2025, mendapat dukungan kuat dari serikat pekerja sektor kesehatan dan sejumlah legislator progresif di AS. Diperkirakan, aturan ini dapat mendatangkan pemasukan hingga US$100 miliar bagi pemerintah California. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk menutupi defisit anggaran kesehatan yang membengkak akibat pemangkasan belanja federal, serta membiayai pendidikan publik dan program bantuan pangan.
Inisiatif ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat, terbukti dengan lebih dari 870 ribu tanda tangan yang terkumpul dalam pemungutan suara November lalu untuk memberlakukan aturan tersebut. Pajak ini akan berlaku untuk seluruh aset bernilai ekonomis, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, bahkan jika wajib pajak pindah domisili pada awal 2026. Namun, aset properti akan dikecualikan karena telah dikenakan pajak tersendiri. Pemerintah setempat juga memberikan fleksibilitas pembayaran pajak dengan opsi cicilan hingga lima tahun.



Tinggalkan komentar