Ekonesia – Kejutan besar terjadi di kancah Serie A saat Como sukses mencuri tiga poin penuh dari markas Fiorentina. Dalam laga tandang yang penuh drama, Como mengandaskan La Viola dengan skor 3-1, meninggalkan tuan rumah dalam balutan kekecewaan mendalam akibat sejumlah keputusan wasit dan intervensi Video Assistant Referee (VAR) yang memantik kontroversi. Kemenangan ini terasa makin manis bagi Mattia Liberali, yang menandai debutnya sebagai starter dengan torehan gol perdana di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Baca juga: Kejutan! Terry Pilih 3 Pemain Terbaik Chelsea, Bintang Konsisten Ini Malah Ditinggalkan!
Fiorentina, yang sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah arahan Paolo Vanoli, kembali harus menelan pil pahit. Setelah sebelumnya takluk 1-2 dari Genoa, kini mereka kembali kehilangan poin di kandang sendiri, diwarnai rasa frustrasi yang memuncak.
Kedua tim memasuki lapangan dengan beban ekspektasi. Fiorentina tampil tanpa Luca Ranieri, Arthur Atta, dan Fabiano Parisi, sementara Mateo Pellegrino dipercaya berduet dengan Franco Mastantuono di lini serang. Di kubu Como, kondisi juga tak ideal. Mereka hanya mengumpulkan satu poin dari dua laga Serie A terakhir dan baru saja menelan kekalahan di Liga Champions. Absennya Assane Diao dan Moise Kean membuka jalan bagi Liberali untuk tampil sejak menit pertama. Bahkan, Como harus melakukan perubahan mendadak sebelum laga dimulai setelah Yan Couto cedera saat pemanasan, digantikan Ivan Smolcic.
Baca juga: MIND ID: Raksasa Tambang yang Untungkan Indonesia!
Pertandingan langsung berjalan terbuka sejak peluit awal. Fiorentina lebih dulu mengancam melalui pergerakan Alieu Njie yang diinisiasi Pedro Goncalves, namun Marc-Oliver Kempf sigap memotong. Peluang lain datang dari Niccolò Fagioli yang tembakannya berhasil diblok. Como juga harus kehilangan Trevoh Chalobah karena cedera otot, digantikan Jacobo Ramon.
Perlahan, Como mulai menemukan celah. Tendangan melengkung Lucas Da Cunha memaksa David De Gea melakukan penyelamatan krusial. Kiper Fiorentina itu kembali berjibaku menepis sundulan Tasos Douvikas. Liberali sempat menyambar bola muntah, namun tembakannya masih melebar. De Gea kembali menjadi pahlawan dengan menepis sundulan Nico Paz yang mengarah ke gawang.
Momen krusial pun tiba. Pada menit ke-32, Como melancarkan serangan balik cepat yang diawali situasi kontroversial. Kempf terlihat melanggar Pedro Goncalves, namun wasit membiarkan permainan berlanjut. Liberali memanfaatkan kesempatan itu dengan sempurna, melepaskan tembakan melengkung kaki kiri dari dalam kotak penalti yang tak mampu dijangkau De Gea. Gol! Como unggul 1-0. Ini adalah gol perdana Liberali di Serie A, dicetak pada usia 19 tahun, sekaligus menjadi gol Serie A pertama oleh pemain Italia untuk Como sejak Patrick Cutrone.
Empat menit berselang, keunggulan Como bertambah. Umpan silang Alex Valle dari sisi kiri disambut Nico Paz dengan sundulan terarah yang melewati De Gea, mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-36.
Fiorentina tak menyerah. Sebuah sepak pojok menghasilkan gol balasan saat sundulan Viery berhasil disapu Jacobo Ramon, namun bola justru mengarah ke Marin Pongracic. Bek Fiorentina itu tak menyia-nyiakan peluang, melepaskan tembakan dari jarak dekat yang bersarang di gawang Como, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-42. Ini adalah gol perdana Pongracic di Serie A sepanjang kariernya.
Drama berlanjut di masa tambahan waktu babak pertama. Pongracic kembali menjebol gawang Butez setelah menyambut tendangan bebas Mastantuono. Para pemain Fiorentina sempat merayakan, namun kegembiraan itu sirna setelah pemeriksaan VAR selama empat menit menganulir gol tersebut karena offside. Keputusan ini semakin membuat Fiorentina frustrasi, apalagi teknologi offside semiotomatis (SAOT) dikabarkan tidak berfungsi saat pemeriksaan. La Viola harus memasuki jeda dengan tertinggal 1-2.
Babak kedua dimulai dengan peluang emas bagi Fiorentina. Alieu Njie berlari menyambut umpan terobosan Fagioli dan mencoba mencungkil bola melewati Butez, namun sepakannya hanya mengenai sisi luar jaring. Kesempatan berharga terbuang sia-sia.
Fiorentina terus menekan, namun justru lengah saat kehilangan penguasaan bola. Kesalahan Pedro Goncalves dimanfaatkan Como untuk melancarkan serangan balik. Nico Paz mengirim umpan terukur kepada Douvikas di sisi kanan, yang kemudian menyelesaikan peluang dengan tembakan melewati sela-sela kaki De Gea. Gol pada menit ke-56 itu mengubah skor menjadi 3-1, memperlebar jarak keunggulan Como.
Keunggulan dua gol membuat tim tamu semakin nyaman menyerang balik. Nico Paz bahkan sempat mencoba tembakan lambung dari tengah lapangan melihat De Gea jauh dari gawang. De Gea juga harus menepis tendangan Maxence Caqueret, sementara Pongracic melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang Bruno Kaiki.
Fiorentina sebenarnya masih punya kesempatan untuk menghidupkan kembali pertandingan. Pada menit ke-76, umpan silang Marco Brescianini menemui Njie dalam posisi sangat menguntungkan di depan gawang. Namun, sundulan Njie justru membentur tiang gawang. Peluang emas yang seharusnya menjadi gol kedua Fiorentina itu menggambarkan malam yang penuh frustrasi bagi mereka: banyak kesempatan tercipta, namun penyelesaian akhir tak cukup tajam. Fagioli juga sempat menguji Butez dengan dua tembakan melengkung, namun kiper Como itu mampu mengatasinya.
Peluit akhir memastikan kemenangan 3-1 untuk Como. Liberali membuka jalan dengan gol debutnya, Nico Paz memperbesar keunggulan, dan Douvikas memastikan kemenangan setelah Fiorentina sempat memperkecil ketertinggalan melalui Pongracic. Bagi Como, hasil ini menjadi suntikan kepercayaan diri setelah periode sulit di kompetisi domestik dan Eropa. Fiorentina justru harus menerima kenyataan pahit: mereka mampu menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya, sementara keputusan VAR pada penghujung babak pertama menambah kekecewaan La Viola.





Tinggalkan komentar