Ekonesia – Perburuan Liverpool untuk menggaet Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG) tampaknya belum akan mengendur. Kabar terbaru dari pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, mengindikasikan bahwa diskusi antara kedua klub terus bergulir intensif, bahkan berlangsung dari hari ke hari. Meski demikian, titik temu final yang ditunggu-tunggu untuk kalimat sakral "Here We Go" masih belum tercapai.
Baca juga: Air Bersih Mengalir! Petani Labuan Bajo Tersenyum Lebar
Romano secara tegas membantah desas-desus mengenai banderol fantastis Barcola yang disebut-sebut mencapai €170 juta atau sekitar Rp3,23 triliun. Menurutnya, sejak awal ia telah menyatakan bahwa nilai transfer sang winger tidak akan menyentuh angka setinggi itu. Kalangan industri sepak bola pun sepakat bahwa biaya untuk memboyong Barcola tidak akan pernah mencapai nominal tersebut. Namun, hal ini tidak berarti Liverpool bisa berhemat; mereka tetap harus menyiapkan dana besar jika ingin mendaratkan pemain muda berbakat itu ke Anfield.

Proses negosiasi kali ini memiliki pola yang unik, berbeda dari skema transfer yang lazim diberitakan. Romano menjelaskan, tidak ada cerita tentang tawaran resmi dengan angka spesifik yang kemudian diterima atau ditolak. Sebaliknya, pembicaraan justru terjadi secara langsung dan rahasia antara pihak-pihak kunci di manajemen kedua klub. Liverpool dan PSG terus berkomunikasi di balik layar, menjaga agar jalur kesepakatan tetap aktif dan terbuka.
Baca juga: Setan Merah Bangkit? Momen Krusial MU!
Barcola sendiri disebut-sebut sebagai prioritas utama yang sangat ingin diselesaikan Liverpool dalam beberapa hari ke depan. Ekspektasinya, The Reds akan bergerak sangat agresif untuk mengamankan tanda tangan pemain sayap lincah tersebut. Namun, sekali lagi, kesepakatan akhir belum terwujud.
Kebutuhan Liverpool akan amunisi baru di lini serang sayap memang sangat mendesak. Kepergian Mohamed Salah ke Trabzonspor pada akhir musim lalu meninggalkan lubang besar yang harus segera diisi. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Liverpool telah mendatangkan Victor Munoz dari Osasuna. Mereka juga sempat mendekati Yan Diomande, namun transfer tersebut gagal terwujud setelah sang pemain memilih destinasi lain.
Untuk posisi penyerang sayap kiri, Barcola kini menjadi target utama yang tak tergantikan. Sementara itu, di sisi kanan, Liverpool juga telah melayangkan dua tawaran untuk winger Brighton, Yankuba Minteh, menunjukkan ambisi mereka untuk memperkuat kedua sisi sayap.
Situasi di Anfield bisa semakin kompleks jika Cody Gakpo memutuskan hengkang. Tottenham Hotspur dilaporkan masih berupaya keras mendapatkan pemain serbaguna ini, sementara Manchester City juga mulai menunjukkan ketertarikan. Hingga Senin malam, City belum melakukan pendekatan langsung kepada Liverpool terkait Gakpo, namun potensi pergerakan ini bisa memicu efek domino dalam bursa transfer.
Kabar mengenai potensi kepergian Barcola dari PSG juga diperkuat oleh jurnalis Ben Jacobs. Jacobs mengklaim bahwa pihak internal PSG sendiri memperkirakan Barcola akan angkat kaki sebelum jendela transfer ditutup. Informasi yang diterimanya mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Liverpool masih terus berlanjut. Jacobs juga menambahkan bahwa Tottenham masih bertekad merekrut Gakpo.
Keterkaitan antar jalur transfer ini membuat masa depan Liverpool di sektor sayap menjadi sangat dinamis. Barcola menjadi fokus utama untuk sayap kiri, sementara nasib Gakpo akan sangat menentukan apakah Liverpool perlu kembali mencari pemain lain untuk memperkuat kedalaman skuad. Untuk saat ini, status Barcola masih dalam tahap negosiasi intens. Liverpool terus menekan, PSG masih diajak berunding, dan Fabrizio Romano belum mengucapkan "Here We Go".




Tinggalkan komentar