Raksasa Teknologi Dunia Goyah Saham Terjun Bebas

Agus Riyadi

26 Juni 2026

2
Min Read

Ekonesia – Guncangan hebat melanda pasar saham global, khususnya sektor teknologi, setelah SoftBank Group, konglomerat investasi raksasa yang menaungi saham Grab dan GoTo, mengalami penurunan nilai saham lebih dari 12 persen pada Jumat lalu. Kejadian ini memicu aksi jual besar-besaran di seluruh bursa saham teknologi Asia, menyulut kekhawatiran serius akan lonjakan biaya infrastruktur kecerdasan buatan yang kian tak terkendali.

Perusahaan investasi asal Jepang ini menjadi pemicu utama kerugian di kawasan tersebut, menyusul tren negatif Nasdaq Composite yang telah anjlok selama empat sesi berturut-turut. Indeks yang didominasi saham-saham teknologi itu sempat tertekan 0,46 persen, di mana penurunan 6 persen saham Apple menutupi performa laporan laba Micron yang sejatinya lebih kuat dari ekspektasi.

Raksasa Teknologi Dunia Goyah Saham Terjun Bebas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tekanan terhadap SoftBank Group diperkirakan akan terus berlanjut. Anak perusahaannya yang bergerak di bidang perancangan chip, Arm Holdings, mencatat penurunan 3,2 persen. Kinerja ini lebih buruk dibanding sektor semikonduktor secara keseluruhan, meskipun saham-saham terkait AI menunjukkan pemulihan cepat. Andrew Jackson, seorang ahli strategi ekuitas dari Ortus Advisors, menyoroti bahwa antusiasme investor terhadap SoftBank juga mungkin terkikis oleh kabar penundaan IPO OpenAI hingga tahun depan, lantaran kesulitan mencapai valuasi 1 triliun dolar AS yang diinginkan.

Meski kesepakatan chip pusat data AI terbaru Qualcomm dengan Meta berpotensi positif bagi Arm melalui royalti, Jackson menambahkan, Arm kini dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat. Qualcomm semakin agresif memperluas jangkauannya ke pasar unit pemrosesan pusat (CPU), menciptakan tantangan baru bagi Arm.

Gelombang pelemahan ini tak hanya terbatas pada SoftBank. Sektor semikonduktor Asia turut merasakan dampaknya. Saham SK Hynix dari Korea Selatan merosot lebih dari 3 persen, sementara Samsung Electronics kehilangan hampir 3 persen nilainya. SK Square, perusahaan induk investasi teknologi, anjlok sekitar 7 persen, diikuti oleh penurunan pada LG Electronics dan Seoul Semiconductor. Di Jepang, saham Advantest terjun lebih dari 6 persen, dan Tokyo Electron juga mengalami koreksi lebih dari 2 persen.

Situasi di Wall Street semalam juga tak kalah suram. Apple memimpin penurunan setelah mengumumkan kenaikan harga untuk produk MacBook dan iPad-nya. Perusahaan beralasan, lonjakan biaya komponen, termasuk chip, menjadi penyebab utama. Ini sontak memicu kekhawatiran bahwa kenaikan harga semikonduktor yang melambung tinggi pada akhirnya dapat mengikis margin keuntungan perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Microsoft juga tak luput, dengan sahamnya turun 3,5 persen setelah menaikkan harga konsol Xbox. Sementara itu, raksasa teknologi lain seperti Alphabet dan Meta Platforms turut mencatatkan penurunan nilai saham yang signifikan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post