Ekonesia – Dunia sedang bergejolak namun Indonesia justru berpotensi meraup keuntungan. Investment Director Sucor Asset Management Dimas Yusuf menyoroti bagaimana lonjakan harga komoditas global, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit, dapat menjadi berkah tersendiri bagi perekonomian nasional. Peningkatan harga ini diprediksi akan mengerek penerimaan negara secara signifikan, didukung pula oleh kebijakan Devisa Hasil Ekspor DHE yang efektif menjaga cadangan devisa.
Baca juga: Anjungan Baru ONWJ Berlayar! Produksi Migas Naik?
Meski demikian, kondisi eksternal tetap menjadi tantangan serius. Bank Indonesia harus mencermati arah kebijakan suku bunga global serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang terus menekan nilai tukar Rupiah. Fluktuasi mata uang Garuda ini menjadi sorotan utama yang memerlukan strategi antisipasi cermat dari otoritas moneter.

Dari ranah domestik, isu perombakan kabinet di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sempat memicu perhatian di kalangan pelaku pasar. Namun, Dimas Yusuf menilai dampak isu ini tidak terlalu signifikan. Menurutnya, yang jauh lebih krusial bagi investor asing adalah kemapanan politik dalam negeri, bukan sekadar pergantian posisi menteri. Stabilitas politik menjadi fondasi utama yang dicari para pemodal untuk berinvestasi di Indonesia.
Baca juga: Kamar Mandi Bocor? Menteri Karding Cek Langsung Rumah Subsidi PMI!
Lantas, bagaimana sentimen dari dalam dan luar negeri ini akan memengaruhi pergerakan sektor keuangan Indonesia? Apa dampaknya terhadap arah investasi serta sektor-sektor yang paling menarik perhatian pasar? Simak ulasan mendalam dari Crysania Suhartanto bersama Investment Director Sucor Asset Management Dimas Yusuf dalam program Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada Jumat 9 Oktober 2026.









Tinggalkan komentar