Ekonesia – Tim Samurai Biru Jepang menunjukkan semangat juang luar biasa saat menahan imbang Belanda dengan skor 2-2 dalam laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026. Bertanding di Dallas Stadium pada Senin dini hari WIB, skuad asuhan Hajime Moriyasu dua kali tertinggal namun selalu berhasil bangkit, menggagalkan ambisi De Oranje meraih poin penuh.
Baca juga: Indonesia Bikin Jepang Kagum! 2 Juta Orang Terhipnotis
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling berhati-hati. Belanda sempat mengancam melalui Donyell Malen pada menit ketiga, namun kesigapan kiper Jepang, Zion Suzuki, berhasil menepis bola dan mengamankan gawangnya. Setelah momen tersebut, Jepang mulai mengambil alih dominasi penguasaan bola, meski demikian, baik Jepang maupun Belanda kesulitan menciptakan peluang berarti di area pertahanan lawan. Menjelang turun minum, Jepang nyaris mencuri keunggulan. Keito Nakamura dan Ayase Ueda secara beruntun mendapatkan kesempatan emas, namun tendangan mereka masih belum menemui sasaran, membuat skor tetap kacamata hingga jeda.

Kebuntuan akhirnya pecah enam menit setelah babak kedua dimulai. Berawal dari skema bola mati, Frenkie de Jong mengirimkan umpan kepada Ryan Gravenberch yang kemudian melepaskan umpan silang akurat. Kapten Virgil van Dijk menyambutnya dengan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau Suzuki, membawa Belanda unggul 1-0 pada menit ke-51. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Hanya enam menit berselang, Takefusa Kubo melakukan penetrasi dari sisi lapangan dan mengirimkan umpan tarik. Nakamura yang berdiri bebas sukses mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang berbelok arah dan bersarang di pojok bawah gawang Bart Verbruggen, mengubah skor menjadi 1-1.
Baca juga: 50 Juta! Taruhan Vini Jr & Kiper Ajaib Ini Bikin Heboh Bernabeu!
Belanda kembali memimpin pada menit ke-64. Crysencio Summerville menunjukkan kualitas individunya dengan melepaskan sepakan kaki kiri melengkung dari dalam kotak penalti. Bola meluncur mulus melewati jangkauan Suzuki, membawa Belanda kembali unggul 2-1. Jepang kembali berada di bawah tekanan, dengan Kubo sempat mencoba peruntungan dari tembakan jarak jauh yang melambung di atas mistar. Waktu terus bergulir, dan kemenangan seolah sudah di depan mata bagi pasukan Ronald Koeman.
Namun, Jepang belum menyerah. Pada menit ke-88, pemain pengganti Koki Ogawa melepaskan sundulan keras ke arah gawang. Bola kemudian mengenai kepala Daichi Kamada yang tanpa sengaja mengubah arah laju bola. Verbruggen yang sudah salah langkah tidak mampu bereaksi, dan Jepang kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol dramatis tersebut sekaligus menjadi penutup empat gol yang tersaji di Dallas. Belanda harus puas dengan satu poin meski sempat dua kali memimpin, sementara Jepang layak mendapat pujian atas kegigihan mereka untuk terus bangkit hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil ini jelas lebih menguntungkan bagi Jepang. Bukan hanya karena mereka berhasil bangkit dari ketertinggalan dua kali, tetapi juga karena kemampuan skuad Hajime Moriyasu menjaga ketenangan dan fokus di tengah tekanan. Belanda, dengan kualitas pemain yang mereka miliki, seharusnya mampu mengontrol pertandingan setelah unggul, namun gagal mengunci momentum pada fase-fase krusial. Sebaliknya, Jepang sekali lagi memperlihatkan karakter yang sering membuat mereka menjadi kuda hitam di turnamen internasional. Dengan mentalitas seperti ini, Jepang berpotensi menjadi salah satu tim yang sangat sulit ditaklukkan di Grup F.


Tinggalkan komentar