Ekonesia – PT Phapros Tbk (PEHA), emiten farmasi milik negara, berhasil mencetak kinerja keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Laba bersih perusahaan melambung tinggi hingga 542,43 persen, mencapai Rp15,29 miliar. Angka ini jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp2,38 miliar, menandai periode pertumbuhan yang luar biasa. Setiap lembar saham dasar perusahaan kini bernilai Rp18, melonjak tajam dari posisi sebelumnya yang hanya Rp3.
Baca juga: LPG Impor Terancam? Pertamina Siapkan Jurus Jitu!
Lonjakan profitabilitas ini tidak lepas dari peningkatan signifikan pada penjualan bersih. Phapros berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp482,85 miliar, naik dari Rp458,23 miliar pada semester I tahun lalu. Kenaikan penjualan ini, ditambah dengan perbaikan margin laba kotor yang mencapai Rp243,49 miliar (dari Rp219,76 miliar), menjadi pendorong utama di balik kinerja cemerlang tersebut. Meskipun beban pokok penjualan sedikit membengkak menjadi Rp239,35 miliar, hal ini tidak menghalangi pertumbuhan laba kotor yang kuat.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa performa gemilang ini merupakan hasil dari strategi komprehensif yang diterapkan perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan, optimalisasi portofolio produk, dan efisiensi operasional di fasilitas produksi. "Kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Intan pada Senin (31/8/2026).
Baca juga: Terkuak Pasangan Artis Diperiksa Skandal Dana DSI
Intan merinci lebih lanjut, bahwa kunci keberhasilan Phapros terletak pada penguatan finansial yang berkelanjutan, termasuk pengendalian biaya yang lebih ketat dan terukur. Selain itu, strategi peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio produk, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan turut berkontribusi besar. Dengan fondasi yang kuat ini, Phapros optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan laba hingga lebih dari dua digit sampai akhir tahun 2026.
Selain itu, beberapa pos keuangan lainnya juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pendapatan lain-lain melonjak drastis menjadi Rp250 juta dari posisi minus Rp3,76 miliar sebelumnya. Meskipun beban usaha sedikit meningkat menjadi Rp200,18 miliar, laba usaha tetap melesat ke Rp43,55 miliar. Penghasilan keuangan juga naik menjadi Rp1,25 miliar, sementara beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp22,86 miliar dari Rp24,73 miliar. Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp1,45 triliun, meningkat signifikan dari Rp1,38 triliun pada akhir tahun 2025. Ekuitas juga menguat menjadi Rp438,23 miliar, meskipun liabilitas turut bertambah menjadi Rp1,01 triliun.










Tinggalkan komentar