Ekonesia – Tim Nasional Indonesia menghadapi laga penentuan nasib di Piala AFF 2026. Bertandang ke markas Singapura di Stadion Jalan Besar pada Jumat 7 Agustus 2026, skuad Garuda memikul beban berat. Hanya kemenangan yang bisa membuka gerbang semifinal, sebuah misi yang terasa kian menantang mengingat rekam jejak pertemuan kedua tim di ajang sepak bola paling bergengsi Asia Tenggara ini.
Baca juga: IHSG Terbang Tinggi Purbaya Girang Bukan Main!
Secara khusus di Piala AFF, Singapura ternyata masih menjadi momok bagi Indonesia. Dari sebelas kali bentrok, The Lions berhasil mengukir lima kemenangan, sementara Indonesia baru tiga kali berjaya, dan tiga laga lainnya berakhir berakhir seri. Statistik ini menjadi pengingat pahit bagi Merah Putih yang berambisi melaju jauh di turnamen.

Sejarah mencatat, pertemuan perdana mereka di Piala AFF pada edisi 1998 berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi Indonesia, dan ironisnya, Singapura kala itu sukses merengkuh gelar juara. Butuh waktu lama bagi Garuda untuk membalas. Kemenangan pertama atas Singapura di Piala AFF baru terjadi pada tahun 2012, berkat gol tunggal Andik Vermansyah yang memastikan skor 1-0. Namun, lagi-lagi, Singapura justru yang keluar sebagai kampiun turnamen tersebut.
Baca juga: Isuzu Gebrak Surabaya! Layanan Makin Mantap
Meski demikian, ada secercah harapan. Setelah kemenangan di tahun 2012, performa Indonesia saat bersua Singapura di Piala AFF menunjukkan grafik menanjak. Dalam empat duel berikutnya, Garuda berhasil mencatatkan dua kemenangan, satu hasil seri, dan hanya sekali menelan kekalahan. Puncak kebangkitan itu terlihat pada semifinal Piala AFF 2020, di mana Indonesia sukses menaklukkan Singapura dengan skor 4-2, sekaligus mengamankan tiket menuju partai puncak.
Apabila menilik seluruh kompetisi sejak pertemuan pertama di Turnamen Merdeka pada 31 Agustus 1958, Indonesia sebetulnya jauh lebih superior. Dari total 59 pertandingan, Indonesia mendominasi dengan 30 kemenangan, berbanding 19 kemenangan milik Singapura, dan sepuluh laga berakhir imbang. Namun, catatan impresif ini tak serta-merta menjadi jaminan di laga krusial kali ini.
Singapura datang dengan posisi yang lebih nyaman. Berada di peringkat kedua Grup A dengan tujuh poin, mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk melenggang ke semifinal. Situasi ini kontras dengan Indonesia yang terdampar di posisi ketiga dengan enam poin, menyusul kekalahan dari Vietnam di laga sebelumnya. Oleh karena itu, bagi Garuda, tak ada pilihan lain selain berjuang habis-habisan dan membawa pulang tiga poin penuh dari kandang lawan demi menjaga asa di Piala AFF 2026.




Tinggalkan komentar