Ekonesia – PT Niramas Utama Tbk JELI sang raksasa di balik produk makanan dan minuman berbahan dasar kelapa termasuk jeli Nata de Coco kini memantapkan langkahnya menuju lantai bursa. Setelah 35 tahun berkiprah di industri pangan perusahaan ini siap menggelar Penawaran Umum Perdana Saham IPO di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026 mendatang.
Baca juga: IHSG Terjun Bebas Investor Panik!
Dalam aksi korporasi ambisius ini JELI berencana melepas sekitar 350 juta lembar saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 2593 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari penawaran ini JELI menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 392 miliar sebuah angka fantastis yang siap menopang ekspansi bisnis mereka.

Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi S Lukman menjelaskan bahwa IPO ini merupakan bagian integral dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan. Langkah ini tidak hanya untuk memperkuat posisi JELI di pasar namun juga membuka kesempatan emas bagi para investor untuk turut serta menikmati manisnya pembagian laba dari perusahaan yang telah terbukti solid selama puluhan tahun.
Baca juga: KUR Perumahan Kunci Dongkrak Ekonomi Nasional
Alokasi dana IPO pun telah direncanakan secara matang. Sebanyak 51 persen dari dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk investasi pada mesin-mesin produksi baru. Ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan mempercepat laju pertumbuhan bisnis JELI di masa depan. Sementara itu 18 persen sisanya akan digunakan untuk memodernisasi sistem logistik melalui otomatisasi. Harapannya langkah ini dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan dan memperkokoh rantai pasok perusahaan.
Rencana IPO dan target bisnis JELI ini menjadi sorotan utama dalam dialog Mercy Widjaja bersama Adhi S Lukman di program Closing Bell CNBC Indonesia pada Jumat 19 Juni 2026. Publik menantikan bagaimana kiprah JELI selanjutnya setelah resmi melantai di bursa.



Tinggalkan komentar