Ekonesia – Manchester United kembali menghadapi tantangan serius di bursa transfer musim panas ini. Setelah kehilangan sejumlah target utama, Setan Merah kini harus memutar otak lebih keras untuk memperkuat lini tengah mereka. Drama transfer terbaru melibatkan Mateus Fernandes yang secara mengejutkan berlabuh ke Tottenham Hotspur, meninggalkan United dalam posisi sulit.
Baca juga: Cakar Ayam Sergai: Gurihnya Untung Jutaan Rupiah!
Klub asal London Utara itu berhasil mengamankan jasa Fernandes setelah menyanggupi permintaan harga West Ham United yang mencapai 85 juta poundsterling atau setara Rp1,87 triliun. Manchester United, yang sebelumnya juga memantau sang gelandang, memilih untuk tidak mengikuti tawaran fantastis tersebut. Ini bukan kali pertama United kecolongan, mengingat Elliot Anderson juga sebelumnya lepas ke tangan rival sekota, Manchester City.

Meski sudah mendatangkan Ederson dari Atalanta dengan mahar sekitar 35 juta poundsterling (sekitar Rp772 miliar), kebutuhan United akan gelandang berkualitas tinggi belum sepenuhnya terpenuhi. Kepergian Casemiro pada akhir musim lalu menyisakan lubang besar yang menuntut segera diisi dengan pemain berkaliber setara.
Baca juga: 600 Ribu Hektare Lahan Transmigrasi Segera Bersertifikat!
Kini, fokus perburuan beralih ke sejumlah nama alternatif. Alex Scott, gelandang muda Bournemouth, menjadi salah satu yang paling sering disebut. Penampilannya yang konsisten musim lalu membuat nilainya terus meroket, bahkan sempat masuk dalam pemusatan latihan awal Timnas Inggris. Namun, Bournemouth tentu tidak akan melepasnya dengan mudah dan kabarnya sedang menyiapkan kontrak baru dengan klausul pelepasan yang tinggi.
Di daftar incaran kelas kakap, nama Aurelien Tchouameni dari Real Madrid tetap menjadi daya tarik. Spekulasi mengenai kepindahannya sempat mencuat beberapa bulan terakhir, namun Real Madrid tampaknya masih enggan melepasnya kecuali mereka berhasil merekrut gelandang bintang lainnya. Situasi ini membuat peluang transfer Tchouameni masih abu-abu.
Pilihan lain yang kembali mencuat adalah Carlos Baleba. United sempat tertarik pada gelandang Brighton ini tahun lalu, namun mundur setelah The Seagulls mematok harga fantastis 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,20 triliun. Minat terhadap pemain berusia 22 tahun itu belum padam, tetapi Brighton hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan menurunkan harga jualnya.
Beberapa nama lain juga masuk radar, meski dengan pertimbangan berbeda. Adam Wharton dari Crystal Palace sempat dikaitkan, namun United menilai gaya bermainnya terlalu mirip dengan Kobbie Mainoo jika diduetkan di lini tengah. Selain itu, harga gelandang muda di pasaran yang terus melambung menjadi kendala. Felix Nmecha dari Borussia Dortmund juga dipantau, terutama karena Direktur Sepak Bola Jason Wilcox mengenalnya baik dari akademi Manchester City. Namun, performanya di Piala Dunia yang kurang meyakinkan menjadi catatan.
United juga sempat memantau Sandro Tonali dari Newcastle United, yang harganya diperkirakan bisa menembus 100 juta poundsterling. Namun, belum ada langkah serius yang ditunjukkan untuk bersaing mendapatkan gelandang tangguh tersebut. Untuk kategori yang lebih terjangkau, nama-nama seperti Sander Berge dari Fulham dan Tyler Adams dari Bournemouth juga masuk dalam daftar pengamatan.
Menurut analisis ekonesia.com, keputusan Manchester United untuk menolak membayar harga yang terlalu tinggi, seperti dalam kasus Mateus Fernandes, menunjukkan adanya disiplin anggaran yang lebih ketat. Meskipun harus kehilangan dua target utama, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa klub tidak lagi bersedia diakali dengan banderol yang tidak masuk akal. Tantangan besar bagi Setan Merah kini adalah menemukan gelandang yang mampu meningkatkan kualitas tim tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial klub.




Tinggalkan komentar