BUMN Agrinas Siap Guncang Pasar Energi

Agus Riyadi

7 Juli 2026

2
Min Read

Ekonesia – PT Agrinas Palma Nusantara, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan, siap menggebrak pasar energi hijau nasional. Perusahaan ini berencana menghidupkan kembali fasilitas produksi biodiesel raksasa mereka di Rengat, Riau, dengan kapasitas mencapai 600.000 ton. Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, optimis pabrik tersebut akan kembali beroperasi penuh pada penghujung tahun 2027.

Pernyataan ini disampaikan Ghani saat berada di gedung DPR RI Jakarta pada Senin 6 Juli 2026. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mengaktifkan kembali fasilitas vital tersebut demi mendukung ketahanan energi nasional. Ghani menjelaskan, langkah strategis ini merupakan bagian integral dari dukungan Agrinas terhadap program swasembada pangan dan energi di Indonesia. Sebagai entitas BUMN, Agrinas merasa memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan kemandirian energi.

BUMN Agrinas Siap Guncang Pasar Energi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami berharap akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, mengingat ini adalah proses reaktivasi, bukan pembangunan dari nol," ujarnya penuh harap. Progres reaktivasi pabrik ini, menurut Ghani, telah mencapai tahap penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS). Tahap berikutnya adalah persiapan proses tender untuk perbaikan dan revitalisasi fasilitas pabrik yang memang sudah cukup lama tidak beroperasi.

"Tinggal kami tenderkan dalam waktu dekat. Ini hanya perbaikan menyeluruh karena kondisinya memang sudah rusak," tambahnya. Ghani mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali pabrik berkapasitas 600.000 ton ini terbilang efisien. "Biayanya cukup terjangkau, tidak sampai Rp300 miliar," tegasnya, menunjukkan optimisme terhadap efisiensi investasi ini.

Tak berhenti di biodiesel, Agrinas juga tengah merancang ekspansi ke sektor energi terbarukan lainnya. Ghani membeberkan rencana pembangunan pabrik pengolahan bio-etanol yang akan menggunakan singkong sebagai bahan baku utama. Fasilitas hilirisasi anyar ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 185.000 ton bio-etanol.

Seluruh inisiatif pengembangan bisnis ke arah energi hijau dan pangan ini diharapkan mampu menjadi lokomotif pendorong kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, sepanjang tahun buku 2025, Agrinas Palma masih mencatatkan laba yang relatif kecil, hanya sekitar Rp2,7 miliar. Dengan proyek-proyek strategis ini, perusahaan berharap dapat mencapai pertumbuhan laba yang signifikan di masa mendatang.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post