Ekonesia – Perjalanan Atletico Madrid di Liga Champions 2026 harus berakhir pahit. Mereka dipaksa mengakui keunggulan Arsenal di babak semifinal dengan agregat 2-1, setelah takluk 1-0 pada leg kedua. Momen krusial yang menjadi sorotan adalah blunder kiper Jan Oblak yang berujung gol tunggal kemenangan The Gunners.
Baca juga: Como Menggila Bantai Pisa Jalan ke UCL Terbuka
Pertarungan sengit di fase empat besar ini mencapai puncaknya di leg kedua. Sebuah gol tunggal dari Bukayo Saka sesaat sebelum jeda babak pertama menjadi penentu nasib kedua tim. Gol tersebut tercipta dari situasi yang sebenarnya bisa diantisipasi lebih baik. Oblak sempat menghalau tembakan Leandro Trossard, namun bola muntah justru mengarah tepat ke kaki Saka yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang kosong. Reaksi lambat Oblak untuk penyelamatan kedua menjadi sorotan tajam.

Setelah tertinggal, skuad asuhan Diego Simeone mencoba bangkit di paruh kedua. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan menekan pertahanan Arsenal. Namun, solidnya barisan belakang The Gunners membuat setiap upaya Atletico selalu kandas. Bahkan, saat Guiliano Simeone mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan dan memaksa laga ke babak tambahan, aksi heroik Gabriel dalam memblok tembakan tersebut berhasil menyelamatkan gawang Arsenal.
Baca juga: Hemat! Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol Idul Adha
Jan Oblak, yang merasa bertanggung jawab atas gol tersebut, mengakui bahwa timnya terlalu menghormati lawan di babak pertama. "Tim yang berhasil lolos memang pantas menang. Kami mengucapkan selamat kepada Arsenal," ujarnya dengan nada kecewa. "Di babak kedua kami bermain lebih baik, tetapi itu tidak cukup untuk melaju ke final. Ini hasil yang tidak menguntungkan, namun Arsenal memang lebih unggul dan layak berada di final."
Senada dengan Oblak, pelatih Diego Simeone juga menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Ia menilai Arsenal mampu memanfaatkan peluang krusial mereka, terutama di leg kedua. "Jika kami tersingkir, itu karena lawan memang lebih pantas. Mereka berhasil memaksimalkan kesempatan yang ada," kata Simeone. "Tim sudah mengerahkan segalanya. Di leg pertama kami sebenarnya punya kans untuk menang, tapi kurang tajam. Di leg kedua, kami kurang maksimal di lini serang pada babak pertama, meski kemudian membaik. Namun, keberuntungan tidak berpihak pada kami." Kegagalan ini menutup asa Atletico untuk meraih gelar juara Eropa musim ini.


Tinggalkan komentar