Ekonesia – Era baru di Camp Nou di bawah asuhan pelatih Hansi Flick telah membawa Barcelona ke tingkat performa yang luar biasa pada awal musim 2026-2027. Racikan taktik juru taktik asal Jerman ini sukses mengubah Blaugrana menjadi tim yang tak terhentikan, mencatatkan serangkaian rekor fantastis yang mengguncang jagat sepak bola.
Baca juga: Danau Toba Memanggil! Mahasiswa Diminta Jadi Garda Depan Promosi
Dominasi Barcelona terlihat jelas di ajang La Liga. Mereka baru saja melumat tim promosi Racing Santander dengan skor telak 7-2, menegaskan posisi mereka di puncak klasemen. Dengan enam kemenangan beruntun, El Barca kini mengoleksi 18 poin sempurna. Bukan hanya itu, ketajaman lini serang mereka patut diacungi jempol, dengan total 28 gol yang sudah bersarang ke gawang lawan di liga domestik.

Pesta gol Barcelona tidak hanya terbatas di La Liga. Debut mereka di Liga Champions juga tak kalah impresif. Menghadapi Feyenoord pada 9 September, tim Catalan ini meraih kemenangan meyakinkan 5-1. Jika digabungkan, total 33 gol telah dicetak Barcelona hanya dalam tujuh pertandingan awal musim ini. Angka ini menempatkan mereka sebagai tim dengan torehan gol terbanyak kedua dalam sejarah klub untuk periode serupa, hanya kalah dari rekor 44 gol yang dicetak 111 tahun silam di bawah arahan pelatih Jack Greenwell.
Baca juga: Target Ekonomi Tangerang Tembus 5%! Rahasianya?
Sorotan juga tertuju pada duet maut Raphinha dan Lamine Yamal. Kedua penyerang ini tampil sangat produktif, dengan total 16 gol yang mereka sumbangkan dalam enam pertandingan pembuka La Liga. Raphinha memimpin dengan sembilan gol, sementara Yamal tak kalah tajam dengan tujuh gol. Kombinasi gol mereka menjadikan keduanya duet paling mematikan bagi Barcelona dalam enam laga awal Liga Spanyol, sebuah pencapaian yang mengulang sejarah 86 tahun lalu. Sejak musim 1940-1941, belum ada pasangan pemain Barcelona yang mampu mencetak lebih dari 16 gol dalam enam pertandingan pembuka liga.
Sentuhan magis Hansi Flick juga tercermin dari rekor kolektif tim. Barcelona menjadi tim pertama dalam sejarah La Liga yang berhasil membuka musim dengan enam kemenangan beruntun sekaligus mencetak 28 gol. Prestasi ini mengingatkan pada pencapaian Sevilla di musim 1940-1941, yang kala itu mampu menggelontorkan 32 gol dalam enam pekan pertama. Namun, perbedaan krusialnya adalah Sevilla asuhan Pepe Brand hanya meraih empat kemenangan dalam periode tersebut, sementara Barcelona era Flick tampil sempurna. Awal musim yang luar biasa ini jelas menjadi sinyal kuat akan ambisi besar Barcelona di bawah kepemimpinan pelatih anyar mereka.



Tinggalkan komentar