Ekonesia – Siapa sangka, raksasa Turin Juventus harus mengakui keunggulan Sassuolo dalam sebuah laga penuh drama yang berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan yang awalnya berjalan alot dan minim gol, tiba-tiba berubah menjadi neraka bagi Si Nyonya Tua di menit-menit krusial, menyajikan lima gol yang memukau penonton. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Luciano Spalletti.
Baca juga: Beras Gratis untuk Ratusan Ribu Warga Sumut!
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer pertandingan sudah terasa tegang. Juventus, yang menurunkan Teun Koopmeiners dan mantan pemain Ajax Francisco Conceição sebagai starter, memang sempat mendominasi penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tak mampu menembus rapatnya barisan pertahanan Sassuolo. Beberapa percobaan, termasuk tendangan Koopmeiners dari luar kotak penalti, mudah saja diamankan oleh kiper Arijanet Muric. Sassuolo sendiri, setelah melewati paruh pertama babak pertama dengan hati-hati, mulai menemukan ritme dan memberikan tekanan balik. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga jeda turun minum, menandakan betapa sulitnya kedua tim menciptakan peluang berarti.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-65. Sassuolo berhasil membuka keunggulan melalui Sebastiano Esposito. Menerima umpan terobosan cerdik dari Nemanja Matic, Esposito dengan tenang menaklukkan kiper Juventus lewat sepakan mendatar ke sudut gawang. Gol ini seolah membangunkan Juventus dari tidurnya. Pelatih Spalletti segera melakukan perubahan, menarik keluar Koopmeiners dan memasukkan Pape Matar Sarr di menit ke-71, berharap bisa mengubah jalannya pertandingan.
Baca juga: Bos OJK Baru Resmi Jabat Ini Respon Heboh
Namun, drama sesungguhnya baru dimulai menjelang akhir laga. Juventus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol Edon Zhegrova. Setelah menerima umpan silang dari Kerim Alajbegovic, Zhegrova melakukan satu gerakan memotong ke dalam sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung. Gol ini membangkitkan semangat Bianconeri, dan momentum seolah berpihak pada mereka.
Ketika Juventus gencar mencari gol kemenangan, Sassuolo justru kembali memberikan kejutan. Di menit ke-89, Darryl Bakola memulai serangan balik cepat dengan dribel memukau, bola kemudian disodorkan kepada Kieron Bowie yang berdiri bebas. Tanpa ragu, Bowie melepaskan tembakan dan membawa Sassuolo kembali unggul 2-1.
Kegembiraan Sassuolo tak berlangsung lama. Hanya berselang dua menit, Juventus kembali membalas. Edon Zhegrova kembali menjadi pahlawan dengan gol keduanya, memanfaatkan kerja sama apik dengan Kolo Muani, ia melesakkan tendangan keras dan rendah ke sudut dekat, mengubah skor menjadi 2-2. Pertandingan yang sebelumnya berjalan lambat, kini berubah menjadi duel terbuka yang mendebarkan, dengan kedua tim saling berbalas serangan.
Puncak drama terjadi di detik-detik akhir. Dalam sebuah serangan balik mematikan, Armand Laurienté menemukan Vasilije Adzic. Penyerang muda berusia 20 tahun itu, yang notabene adalah pemain pinjaman dari Juventus, dengan dingin menaklukkan kiper dan memastikan kemenangan 3-2 untuk I Neroverdi. Adzic memilih tidak merayakan golnya, sebuah gestur hormat kepada klub asalnya, namun golnya tetap menjadi penentu tiga poin krusial bagi Sassuolo dalam laga yang tak terlupakan ini.




Tinggalkan komentar