Kredit Mobil Listrik Bekas RI Melejit Tak Terbendung

Agus Riyadi

14 September 2026

2
Min Read

Ekonesia – Gairah masyarakat Indonesia terhadap pembiayaan kendaraan listrik dan hibrida semakin membara, bahkan untuk unit bekas. Tren ini menciptakan anomali menarik di tengah perlambatan sektor pembiayaan mobil konvensional. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen yang signifikan, mengindikasikan era baru dalam kepemilikan kendaraan di Tanah Air.

Otoritas Jasa Keuangan OJK mencatat pembiayaan untuk segmen kendaraan listrik dan hibrida bekas melonjak drastis hingga 103,06% secara tahunan, mencapai angka Rp1,52 triliun per Juli 2026. Angka ini kontras dengan kondisi pasar pembiayaan kendaraan roda empat secara keseluruhan oleh perusahaan multifinance yang justru mengalami kontraksi 2,43% secara tahunan, menyentuh Rp230,92 triliun pada periode yang sama. Lebih spesifik, pembiayaan untuk mobil bekas konvensional menyusut 4,52% menjadi Rp86,25 triliun.

Kredit Mobil Listrik Bekas RI Melejit Tak Terbendung
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan bahwa fenomena ini tidak serta-merta mengindikasikan pergeseran total konsumen ke pembelian tunai. Menurutnya preferensi konsumen dan dinamika perkembangan pembiayaan kendaraan turut berperan dalam membentuk tren ini.

Agusman menambahkan bahwa kehadiran model-model mobil listrik baru dengan banderol harga yang kompetitif dan terjangkau diyakini mampu memacu pertumbuhan pembiayaan multifinance. Oleh karena itu perusahaan pembiayaan perlu terus berinovasi dalam merancang skema pembiayaan khusus untuk segmen kendaraan ramah lingkungan ini.

Ke depan Agusman menekankan pentingnya bagi multifinance untuk memperkuat diversifikasi produk menggenjot kualitas layanan serta menyelaraskan skema pembiayaan dengan kebutuhan dan selera konsumen. Semua langkah ini harus dilakukan dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang solid prinsip kehati-hatian tata kelola perusahaan yang prima serta perlindungan konsumen yang optimal.

Sementara itu data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo memberikan gambaran pasar yang lebih luas. Distribusi mobil secara wholesales pada Agustus 2026 mencapai 81.756 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis 0,8% dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 81.115 unit. Meski demikian capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang tahun 2026.

Performa yang lebih impresif terlihat pada penjualan retail atau penjualan dari dealer langsung ke konsumen. Pada bulan Agustus penjualan retail meroket 7,7% dibandingkan Juli mencapai 83.422 unit dari sebelumnya 77.460 unit. Ini menandai pertama kalinya penjualan retail menembus angka 80 ribu unit dalam satu bulan sepanjang 2026. Data ini semakin menguatkan indikasi perubahan signifikan dalam lanskap pasar otomotif dan pembiayaan di Indonesia.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post