Ekonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini membeberkan sinyal kuat mengenai peningkatan kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan didukung oleh data konkret yang menunjukkan bagaimana dana segar dari luar negeri terus mengalir deras, membanjiri pasar keuangan Tanah Air hingga menembus angka ratusan triliun rupiah.
Baca juga: Liverpool Ogah Bayar Triliunan Bintang PSG
Dalam sebuah rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin 14 September 2026, Purbaya menegaskan bahwa gejolak di pasar finansial kini mulai mereda seiring dengan menguatnya optimisme para pelaku pasar. Fenomena positif ini, menurutnya, tercermin jelas dari berbagai indikator ekonomi makro yang menunjukkan pemulihan impresif.

Salah satu bukti paling mencolok adalah apresiasi nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda berhasil menguat signifikan, mencapai level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada 11 September 2026. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan posisi terlemahnya tahun ini yang sempat menyentuh Rp18.171 pada 8 Juni 2026.
Baca juga: Drama Haru Skuad AS Piala Dunia 2026 Terkuak
Tak hanya itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan kebangkitan yang luar biasa. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini melesat hingga 6.541 poin, melampaui titik terendahnya di angka 5.342 yang sempat tercatat sebelumnya.
Daya tarik investasi di Indonesia juga semakin terpancar dari Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun. Imbal hasil atau yield SBN kini berada pada level yang kian kompetitif, yakni 7,10%. Angka ini lebih menarik dibandingkan posisi 7,39% yang sempat terekam pada 11 Juni 2026.
Secara keseluruhan, hingga 11 September 2026, arus investasi asing atau capital inflow ke Indonesia telah menembus angka fantastis Rp141,6 triliun. Data ini menjadi penanda kuat bahwa para investor global semakin yakin dengan prospek cerah dan stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.










Tinggalkan komentar