Ekonesia – Manchester United menutup jendela transfer musim panas dengan sebuah kejutan besar. Setelah berbulan-bulan mencari, Setan Merah justru mengakhiri perburuan bek kiri tanpa membawa pulang satu pun pemain baru, padahal sektor ini telah lama menjadi prioritas perbaikan di Old Trafford.
Baca juga: KAI Gas Pol! Angkut 27 Juta Ton Barang, Logistik Jaya!
Di hari-hari terakhir bursa, manajemen United melakukan manuver intens. Mereka berupaya keras mencari opsi pinjaman untuk menambah kedalaman di sisi kiri pertahanan. Sayangnya, tak ada sosok maupun kesepakatan yang memenuhi kriteria, hingga tenggat waktu transfer resmi berakhir.

Salah satu nama yang sempat masuk radar adalah bek kiri Barcelona, Alejandro Balde. Setan Merah sempat menjajaki kemungkinan transfer pemain berusia 22 tahun itu. Namun, raksasa Catalan langsung menunjukkan ketegasan: mereka hanya bersedia membicarakan transfer permanen. Sementara itu, United enggan menggelontorkan dana besar untuk kesepakatan semacam itu di menit-menit akhir.
Baca juga: Gurihnya Peluang Ekspor! Kemendag Gebrak Pasar Global dengan S’RASA
Fokus Setan Merah kemudian bergeser ke Rayan Ait-Nouri. United telah memperoleh informasi mengenai potensi ketersediaan bek kiri internasional Aljazair itu dari agennya beberapa hari sebelum deadline day. Situasi ini mendorong United untuk menjalin kontak dengan Manchester City pada Selasa siang, berharap menemukan celah untuk transfer dadakan sebelum bursa benar-benar ditutup.
Respons dari City tak jauh berbeda dengan Blaugrana, meski dengan syarat berbeda. Klub tersebut hanya bersedia melepas Ait-Nouri melalui skema pinjaman yang disertai klausul pembelian permanen. Bagi United, opsi tersebut tidak menarik. Mereka tak tertarik terikat komitmen jangka panjang, sehingga pembicaraan pun tak pernah berkembang menjadi negosiasi transfer.
Manchester United sebenarnya telah menjelajahi beberapa kandidat lain dalam beberapa hari terakhir. Nama-nama seperti Ian Maatsen dari Aston Villa dan Ferdi Kadioglu milik Brighton sempat diperiksa situasinya. Masalahnya sama: United gagal menemukan talenta yang diyakini mampu mendongkrak kekuatan tim secara signifikan.
Keinginan untuk memperkuat posisi bek kiri sebenarnya sudah muncul sejak awal musim panas. Luke Shaw menjadi starter dalam seluruh 38 pertandingan Liga Primer musim lalu, sebuah catatan yang sekaligus memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan tim pada kontribusinya. Kondisi fisik Shaw juga tetap menjadi sorotan. Mengingat Manchester United kembali tampil di Liga Champions dan menghadapi kalender pertandingan yang lebih padat musim ini, urgensi akan pelapis mumpuni kian terasa. Kepergian Tyrell Malacia pada akhir musim lalu semakin menipiskan kedalaman di sektor bek kiri.
United sebelumnya menjadikan Lewis Hall sebagai salah satu incaran utama. Bek Newcastle berusia 21 tahun itu sempat menjadi opsi yang sangat menarik. Namun, dinamika di Newcastle memperumit transfer tersebut. Sejumlah pemain tim utama meninggalkan St James’ Park, membuat The Magpies enggan melepas pilar penting lain. Pada akhirnya, United menyadari kesepakatan untuk Hall tak akan terealisasi musim panas ini.
Nama Myles Lewis-Skelly juga pernah dibahas. Akan tetapi, pemain jebolan akademi Hale End itu tak berniat meninggalkan klub yang membesarkannya, Arsenal. Lewis-Skelly bahkan kembali mendapatkan tempat reguler dalam skuad Mikel Arteta pada awal musim ini, sehingga peluang membawanya ke Old Trafford praktis tertutup.
Situasi tersebut membuat Manchester United harus mengejar solusi instan menjelang deadline. Ineos, sebagai pemilik minoritas, enggan mengulang kesalahan masa lalu dengan mendatangkan pemain pinjaman yang kerap gagal memberi dampak signifikan. Ketimbang memaksakan transfer yang tak meyakinkan, mereka memilih mundur total.
Jorge Salinas juga termasuk pemain yang dipantau Manchester United sepanjang musim panas. Bek internasional Spanyol U-19 tersebut dipandang sebagai investasi masa depan, bukan jawaban cepat untuk kebutuhan tim utama. Salinas baru tiga kali menjadi starter di La Liga sejauh ini setelah membantu Racing Santander promosi dari divisi dua musim lalu. Pemain tersebut sebelumnya diperkirakan bakal bergabung dengan Atletico Madrid di hari terakhir bursa. Salinas memiliki klausul rilis senilai 16 juta Euro, tetapi rencana kepindahannya ke ibu kota Spanyol itu akhirnya kandas. Manchester United sempat punya kesempatan untuk ikut campur, namun mereka memutuskan untuk tidak melakukannya.
Dengan tidak adanya opsi pinjaman yang benar-benar meyakinkan dan pemain yang tersedia di pasar dianggap belum cukup bagus, United akhirnya memilih mempertahankan skuad yang sudah ada. Luke Shaw tetap akan menjadi andalan utama di posisi bek kiri musim ini. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui juga dapat digeser untuk mengisi pos tersebut dalam situasi darurat. Patrick Dorgu menjadi alternatif lain, dan Manchester United juga memutuskan mempertahankan Harry Amass yang baru berusia 19 tahun. Bek kiri akademi tersebut sempat memikat minat beberapa klub Championship, namun United tetap menahannya.
Keputusan ini memang menyisakan banyak pertanyaan. Setelah berbulan-bulan mencari bek kiri baru, Setan Merah akhirnya tidak membeli siapa pun. Namun, bagi Ineos, tidak melakukan transfer dianggap lebih bijak ketimbang membuang-buang dana untuk pemain yang sejak awal diragukan kontribusinya. Musim ini, United akan mencoba bertahan dengan Shaw, Dorgu, serta sejumlah pemain yang bisa mengisi peran darurat di sisi kiri.






Tinggalkan komentar