Pabrik Baja Raksasa Hancur Perang Membara

Agus Riyadi

16 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki fase genting, menyiratkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang. Kedua negara kini secara intensif saling melancarkan serangan udara, dengan fokus utama menyasar infrastruktur vital dan strategis yang menjadi tulang punggung kekuatan lawan.

Gempuran Rusia terbaru menyasar jantung industri Ukraina. Pabrik baja terbesar di negara itu, Arcelor Mittal Kryvyi Rih, yang terletak di kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky, menjadi sasaran empuk. Akibat serangan mematikan ini, dua warga sipil dilaporkan meregang nyawa dan empat belas lainnya mengalami luka-luka. Pengelola pabrik mengonfirmasi kerusakan parah pada fasilitas produksi utama, termasuk sektor pembangkit listrik dan tanur tinggi, yang mengakibatkan terhentinya sebagian besar operasional. Ibu kota Kyiv juga tak luput dari serangan, dengan tiga warga terluka dan kebakaran melanda dua distrik berbeda.

Pabrik Baja Raksasa Hancur Perang Membara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, Ukraina tidak tinggal diam. Militer Kyiv membalas dengan melancarkan serangan presisi terhadap fasilitas produksi bahan bakar rudal di wilayah Rostov, Rusia. Perusahaan tersebut diketahui memproduksi propelan roket padat yang esensial untuk sistem peluncur roket multipel serta berbagai jenis rudal dan persenjataan udara Moskow. Aksi saling serang ini menegaskan eskalasi konflik yang kini menargetkan kapabilitas militer dan ekonomi lawan.

Ketegangan bahkan merembet hingga ke perbatasan. Sebuah drone tak dikenal, yang diduga kuat berasal dari Rusia, berhasil ditembak jatuh oleh jet tempur F-18 NATO di wilayah udara Rumania. Insiden ini terjadi tak lama setelah Rusia menghantam pelabuhan ekspor gandum terbesar Ukraina di Sungai Danube, yang berdekatan dengan perbatasan Rumania. Peristiwa ini menyoroti risiko spillover konflik ke negara-negara tetangga.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah berhasil menembak jatuh 822 drone Ukraina di berbagai wilayah. Meski demikian, beberapa serangan drone berhasil menembus pertahanan. Di wilayah Moskow, seorang pria berusia 83 tahun tewas dan sejumlah orang terluka di Podolsk. Gudang raksasa Wildberries, peritel daring terbesar Rusia yang berlokasi di Koledino, juga menjadi sasaran. Kyiv menuduh Wildberries terlibat dalam penanganan barang-barang militer, menjadikannya target dalam upaya melemahkan infrastruktur ekonomi Rusia. Selain itu, satu orang dilaporkan tewas dalam serangan drone terhadap sebuah bus di dekat kota Belgorod, yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post