Laba Bakrie Melejit Meski Pendapatan Turun Ada Apa

Agus Riyadi

12 Juni 2026

3
Min Read

Ekonesia – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), salah satu emiten terkemuka dari Grup Bakrie, berhasil mencetak kinerja finansial yang mengejutkan sepanjang tahun 2025. Di tengah tantangan ekonomi global yang tak ringan, perusahaan justru mampu membukukan lonjakan laba bersih signifikan, mencapai Rp503 miliar. Angka ini melesat tajam 49,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp336 miliar. Pencapaian fantastis ini terjadi meskipun pendapatan bersih BNBR sedikit tergerus 3% secara tahunan, menjadi Rp3,74 triliun.

Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Jumat (12/6/2026), mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, serta perlambatan pertumbuhan global, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif," ujar Anindya. Ia menekankan bahwa daya tahan dan kemampuan adaptasi perusahaan terhadap gejolak ekonomi menjadi kunci utama keberlanjutan usaha.

Laba Bakrie Melejit Meski Pendapatan Turun Ada Apa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kontribusi pendapatan bersih BNBR pada tahun 2025 didominasi oleh PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group dengan sumbangan Rp2,2 triliun. Disusul oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group yang menyumbang Rp1,08 triliun, serta PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group dengan perolehan Rp464,21 miliar.

Anindya Bakrie juga memaparkan strategi perusahaan ke depan. BNBR akan memfokuskan diri pada pengembangan lini infrastruktur, baik fisik maupun digital, sembari terus menggenjot industri berkelanjutan di sektor kendaraan listrik dan energi hijau.

Di segmen infrastruktur, melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), BNBR mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer dengan masa konsesi hingga 2061. Kinerja tol ini patut diacungi jempol, dengan rata-rata volume lalu lintas harian mencapai 40.888 kendaraan, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 3,38%. Pendapatan rata-rata harian CCT juga tembus Rp2,3 miliar, 4,87% di atas target RKAP, dan diproyeksikan terus meningkat seiring kenaikan tarif pada tahun 2026.

Sementara itu, di ranah infrastruktur komunikasi digital, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) mencatatkan pendapatan sebesar Rp358,9 miliar di tahun 2025, melonjak 14,9% dari tahun sebelumnya. Kinerja impresif ini tak lepas dari peran MKN dalam mendukung program pemerintah untuk pemerataan konektivitas internet, khususnya di daerah pedesaan, pinggiran kota, dan wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). MKN juga aktif membangun jaringan kabel Fiber Optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer dan jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan total lebih dari 320.000 homepass di seluruh Indonesia.

Tak kalah menarik, sektor kendaraan listrik juga menunjukkan geliat positif. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berhasil menjual 69 unit kendaraan listrik sepanjang 2025, terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift. Angka ini menambah total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR sejak awal beroperasi hingga akhir 2025 menjadi 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.

Di bidang energi baru terbarukan (EBT), BNBR melalui anak usahanya, PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi (Helio), terus mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Instalasi PLTS ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia serta di fasilitas operasional pabrik dalam lingkungan Grup Bakrie.

Sebagai bagian dari inovasi, BNBR juga merintis usaha baru melalui PT Modula Tiga Dimensi (Modula). Perusahaan ini berinvestasi bersama COBOD International dari Denmark untuk mengembangkan aplikasi teknologi konstruksi pencetakan 3-dimensi (3DCP), menandai langkah progresif BNBR dalam mengadopsi teknologi mutakhir.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post