Ekonesia – Kabar mengejutkan mengguncang AC Milan di penghujung musim ini, mengungkap tabir di balik layar yang jauh lebih kelam dari sekadar hasil pertandingan. Sebuah laporan dari media Italia, Corriere della Sera, membeberkan adanya keretakan parah di tubuh manajemen klub, bahkan diwarnai insiden perselisihan fisik yang melibatkan dua nama besar.
Baca juga: QRIS Tap Merambah Bali, Bayar Transportasi Jadi Lebih Sat Set!
Menurut laporan tersebut, Zlatan Ibrahimovic dan Massimiliano Allegri terlibat adu mulut sengit di sebuah restoran. Situasi memanas hingga disebut-sebut nyaris berujung pada adu fisik. Beruntung, direktur olahraga Igli Tare sigap turun tangan untuk melerai keduanya. CEO Milan, Giorgio Furlani, juga dikabarkan berada di lokasi kejadian, menjadi saksi bisu ketegangan tersebut. Insiden ini mengindikasikan bahwa hubungan Allegri dan Ibrahimovic yang sebelumnya sudah dikabarkan kurang harmonis, ternyata jauh lebih buruk dari perkiraan publik.

Namun, drama internal Milan tidak berhenti di situ. Sumber yang sama juga mengungkap dugaan yang tak kalah menghebohkan. Saat Alexis Saelemaekers mencetak gol cepat ke gawang Cagliari pada laga pamungkas Serie A, hanya Igli Tare yang terlihat merayakan gol tersebut di tribune direksi. Fenomena ini memicu spekulasi bahwa sebagian petinggi Milan justru tidak terlalu berharap tim lolos ke Liga Champions.
Baca juga: Rumah Impian Terwujud! PKP Gandeng LKPP Percepat Pengadaan
Alasan di balik dugaan mengejutkan ini cukup sensitif. Konon, jika Milan berhasil mengamankan posisi empat besar, proses pemecatan Allegri dan Tare akan menjadi lebih rumit dan memakan biaya finansial yang lebih besar. Pada akhirnya, Milan harus menelan kekalahan 2-1 dari Cagliari, sekaligus mengubur impian mereka untuk berlaga di Liga Champions musim depan.
Tak lama setelah kekalahan itu, gelombang perubahan besar langsung melanda Milan. Allegri, Tare, Furlani, dan Geoffrey Moncada secara serentak dilepas dari jabatannya. Menariknya, hanya Ibrahimovic yang tetap bertahan di klub. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Ibrahimovic menjadi satu-satunya sosok kunci yang hadir dalam pertemuan dengan pemilik klub, Gerry Cardinale, beberapa jam sebelum pertandingan krusial melawan Cagliari dimulai.
AC Milan sendiri mengakhiri musim di posisi kelima klasemen Serie A dengan 70 poin, gagal meraih tiket Liga Champions yang menjadi target utama.
Jika laporan ini benar, situasi internal Milan memang terlihat jauh dari kata sehat. Konflik di jajaran direksi dan petinggi klub acap kali berdampak langsung pada performa tim di lapangan. Milan kini bukan sekadar membutuhkan pelatih baru, melainkan fondasi stabilitas yang kokoh di semua lini agar dapat kembali bersaing di level tertinggi.



Tinggalkan komentar