Ekonesia – Puncak gelaran akbar Piala Dunia 2026 segera tiba. Hanya dua tim tersisa, Spanyol dan Argentina, siap beradu kekuatan memperebutkan mahkota juara dunia di MetLife Stadium pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Laga final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertarungan dua era, antara kejeniusan Lionel Messi yang berpeluang menambah koleksi gelar, dan talenta muda Lamine Yamal dari Spanyol yang digadang-gadang sebagai penerus sang megabintang.
Baca juga: Utang Riau Rp2,2T, Kemenkeu Beri Solusi Jitu!
Spanyol melaju ke final dengan rekor impresif. La Furia Roja belum terkalahkan di partai puncak Piala Dunia sejak menjadi juara pada 2010. Pelatih Luis de la Fuente diperkirakan akan mempertahankan formasi inti yang terbukti ampuh membawa timnya ke final. Fokus utama ada di sektor sayap, di mana kondisi Nico Williams masih menjadi tanda tanya besar akibat cedera hamstring yang mengganggunya sepanjang turnamen. Alex Baena memang mampu menjaga keseimbangan permainan, namun kontribusinya saat menyerang belum semaksimal Williams. Di lini tengah, Fabian Ruiz yang tampil gemilang di fase gugur kemungkinan besar kembali menjadi andalan, setelah keputusan De la Fuente mencadangkan Pedri pada perempat final terbukti tepat.

Di sisi lain, Argentina, dengan enam final Piala Dunia dan tiga gelar, termasuk edisi 2022, menempuh jalur dramatis. Mereka kerap tertinggal sebelum bangkit di menit akhir dalam empat pertandingan fase gugur. Pelatih Lionel Scaloni menghadapi dilema taktis penting sebelum final dimulai. Keputusan di semifinal melawan Inggris memainkan Giuliano Simeone untuk memberi lebar permainan membuat Rodrigo De Paul absen dari starting XI. Namun, menghadapi dominasi lini tengah Spanyol, kembalinya De Paul ke formasi awal sangat mungkin terjadi demi menjaga keseimbangan. Lautaro Martinez, pahlawan gol kemenangan sebagai pemain pengganti di semifinal, kemungkinan besar tetap menjadi kartu as dari bangku cadangan.
Baca juga: Sri Mulyani: Kabar Gembira untuk Pengusaha!
Analisis mendalam menunjukkan, kunci kemenangan akan terletak pada dominasi lini tengah. Spanyol dinilai memiliki keunggulan di sektor ini, dengan Rodri dan Fabian Ruiz yang mampu menciptakan keseimbangan kuat dan dominasi penguasaan bola, terbukti vital saat menyingkirkan Prancis di semifinal. Argentina sendiri beberapa kali terlihat kesulitan mengendalikan area sentral sepanjang turnamen, meskipun mampu bangkit di akhir laga melawan Inggris. Pertarungan di sektor ini diprediksi akan lebih menentukan daripada duel individu Messi versus Yamal yang akan mencuri perhatian publik.
Dengan segala pertimbangan, banyak pengamat memprediksi Spanyol akan keluar sebagai pemenang, bahkan dengan skor meyakinkan 2-0. Pertandingan ini menjanjikan drama dan taktik tingkat tinggi, di mana siapa yang menguasai lapangan tengah, dialah yang berpeluang besar mengangkat trofi juara dunia. Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di ekonosia.com.




Tinggalkan komentar