Ekonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil sebagai garda terdepan dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Di tengah gejolak pasar global yang sempat menekan mata uang Garuda, Purbaya melancarkan serangkaian strategi jitu yang berhasil menarik kembali aliran dolar Amerika Serikat ke Tanah Air. Langkah proaktif ini diharapkan mampu membendung pelemahan dan mengembalikan kepercayaan investor.
Baca juga: Derby Panas MU: 3 PR Besar Menanti Sang Pelatih!
Salah satu manuver andalannya adalah intervensi di pasar obligasi. Dalam kurun waktu singkat, mulai Jumat hingga Selasa pekan ini, pemerintah telah menyerap obligasi senilai Rp1,3 triliun. Aksi ini sontak memicu penurunan imbal hasil obligasi di pasar sekunder, sekaligus menjadi magnet bagi investor asing untuk kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Purbaya bahkan terus memantau ketat besaran investasi yang masuk berkat operasi tersebut. Ia menegaskan, di tengah ketidakpastian, modal asing mulai kembali masuk ke pasar domestik.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga mengambil langkah berani dengan menerbitkan surat utang global atau global bond berdenominasi dolar AS. Targetnya tidak main-main, mencapai US$2 hingga US$3 miliar. Menurut Purbaya, suntikan dolar AS dalam jumlah masif ini akan menggenjot pasokan mata uang Paman Sam di dalam negeri, secara langsung memperkuat posisi rupiah.
Baca juga: MU Bidik Kiper Newcastle? Onana Terancam!
Dengan strategi ganda ini, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan segera bangkit dan menguat signifikan dalam waktu dekat. Pasokan dolar yang melimpah di pasar domestik menjadi kunci utama. Bahkan, ia dengan tegas menyarankan para pemegang dolar untuk segera melepas kepemilikan mereka. "Jika Anda memegang dolar sekarang, lebih baik segera jual saja," tandas Purbaya, memberikan sinyal kuat akan penguatan rupiah yang tak terhindarkan.


Tinggalkan komentar