Ekonesia – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil mencuri perhatian di kuartal pertama tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang melesat tajam. Emiten Grup Bakrie ini sukses membukukan lonjakan laba usaha hingga 240,03 persen, mencapai Rp211,96 miliar dari sebelumnya Rp62,33 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Capaian impresif ini tak lepas dari pertumbuhan pendapatan yang signifikan, menembus angka Rp1,13 triliun, naik 19,02 persen dari Rp953,80 miliar di kuartal I-2025. Tak hanya itu, EBITDA perseroan juga ikut melambung 252,43 persen menjadi Rp296,44 miliar dari Rp84,11 miliar.
Baca juga: Chelsea Gercep! Amankan Striker Rp661 Miliar?
Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa pendorong utama kinerja cemerlang ini adalah kontribusi solid dari beberapa unit bisnis. "Kenaikan pendapatan perseroan didominasi oleh sumbangan dari PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) sebesar Rp232,76 miliar, yang mewakili 20,5 persen dari total pendapatan konsolidasi BNBR," ungkap Anindya di Jakarta, Jumat (1/5/2026). Selain itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group juga menunjukkan geliat kuat dengan peningkatan pendapatan sebesar 58,2 persen atau Rp126,9 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Anindya menambahkan, CCT tidak hanya menjadi penopang pendapatan, tetapi juga tulang punggung bagi peningkatan EBITDA dan laba usaha. Unit bisnis jalan tol ini menyumbang Rp126,6 miliar atau 50,4 persen dari total EBITDA konsolidasi BNBR, serta Rp128,6 miliar atau 77 persen dari total laba usaha perseroan.
Baca juga: UMKM Naik Kelas! BRI Expo 2025 Pecahkan Rekor!
Senada, Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, merinci lebih lanjut kontribusi unit-unit usaha lainnya. Di kuartal pertama 2026, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group berhasil mencatat kenaikan pendapatan fantastis sebesar 274,6 persen atau Rp207,6 miliar, terutama berkat performa CCT. Tak ketinggalan, PT Helio Synar Energi (Helio) juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35,1 persen atau Rp1,0 miliar.
Grup VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) secara keseluruhan mengalami kenaikan pendapatan 58,2 persen atau Rp126,9 miliar. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan pendapatan VKTR holding yang mencapai Rp114,8 miliar atau 9510,0 persen, serta kontribusi signifikan dari PT VKTR Sakti Industries (VKTS) yang membukukan kenaikan pendapatan Rp88,0 miliar atau 854,5 persen.
"PT Bakrie Autoparts (BA) Group juga tidak ketinggalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp13 miliar atau 6,3 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan komponen otomotif," tambah Roy.
Meskipun PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group mengalami sedikit koreksi pendapatan, Roy menjelaskan bahwa hal tersebut berhasil diimbangi oleh peningkatan dari PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar Rp1,1 miliar atau 2,6 persen, khususnya dari penjualan di sektor Non-Oil & Gas. "Kami berkeyakinan kuat, ke depan akan ada peningkatan pendapatan di sektor pipa dan EPC untuk oil & gas seiring dengan agenda proyek-proyek yang akan masuk pada semester I 2026 ini," pungkas Roy, optimis menatap prospek bisnis mendatang.



Tinggalkan komentar