Awas Data Pribadi Incaran Penipu Digital BNI

Agus Riyadi

25 April 2026

3
Min Read

Ekonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kini mengintensifkan sosialisasi kepada publik mengenai ancaman kejahatan siber yang semakin merajalela. Fokus utama adalah melindungi pengguna layanan digital seperti BNIdirect dari modus penipuan vishing phishing dan rekayasa sosial. Nasabah diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah membagikan informasi rahasia kepada pihak yang tidak terverifikasi keasliannya.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa kemajuan teknologi ibarat dua mata pisau. Di satu sisi memudahkan di sisi lain membuka celah bagi modus penipuan yang kian beragam. "Penting bagi masyarakat untuk mengenali berbagai taktik penipuan ini agar dapat membentengi diri dan tidak terjebak menyerahkan data pribadi kepada oknum tak bertanggung jawab," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya.

Awas Data Pribadi Incaran Penipu Digital BNI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu taktik licik yang sering muncul adalah vishing atau penipuan suara. Pelaku menyamar sebagai petugas bank menghubungi korban melalui telepon. Mereka seringkali menyebutkan identitas korban dan menciptakan skenario mendesak misalnya dugaan transaksi mencurigakan. Tujuannya jelas memancing korban untuk mengungkapkan data krusial seperti ID perusahaan ID pengguna kata sandi hingga kode token yang kemudian disalahgunakan untuk mengakses dan bertransaksi tanpa izin.

Selain vishing ancaman lain datang dari phishing melalui situs web palsu yang didesain mirip portal resmi perbankan. Korban diarahkan untuk memasukkan data sensitif yang kemudian dicuri. Tak kalah berbahaya adalah rekayasa sosial atau social engineering sebuah teknik manipulasi psikologis di mana penipu menyamar sebagai staf bank untuk memperoleh informasi sangat rahasia seperti kode OTP token atau kata sandi.

BNI menekankan pentingnya sikap hati-hati dan verifikasi dalam setiap interaksi terkait layanan digital. Nasabah dianjurkan keras untuk hanya mengakses layanan melalui laman resmi seperti bnidirect.bni.co.id atau directbisnis.bni.co.id. Hindari mengklik tautan mencurigakan yang tersebar melalui pesan singkat email atau aplikasi percakapan.

Lebih lanjut nasabah diminta untuk tidak pernah menyimpan kata sandi di perangkat. Rutin mengganti kata sandi serta tidak pernah membagikan kode OTP atau token kepada siapa pun bahkan jika ada yang mengaku dari pihak bank. Langkah-langkah preventif ini sangat vital untuk mencegah penyalahgunaan akses akun.

Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi BNI termasuk situs web utama di https://www.bni.co.id. Ini adalah cara terbaik untuk memastikan keabsahan informasi dan menghindari jerat penipuan.

Melalui upaya peningkatan literasi keamanan digital ini BNI berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengenali pola kejahatan siber. Dengan demikian mereka dapat melindungi diri dari potensi kerugian finansial. Edukasi berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan transaksi digital sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan modern.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post