Ekonesia – Kebangkitan Manchester United di paruh kedua musim ini bukan kebetulan semata. Sentuhan magis Michael Carrick dan deretan rekrutan anyar yang tampil memukau menjadi kunci di balik performa impresif tim. Setelah periode panjang tanpa pujian berarti, kini The Red Devils akhirnya menuai hasil dari investasi besar mereka.
Klub yang bermarkas di Old Trafford ini telah menggelontorkan lebih dari 200 juta poundsterling, setara dengan Rp4 triliun, untuk mendatangkan amunisi baru. Berbeda dengan pengeluaran sebelumnya yang kerap dipertanyakan, kali ini setiap keping dana terbukti efektif. Trio lini serang Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo berhasil membentuk kekuatan baru yang menakutkan lawan. Mbeumo, khususnya, menjadi salah satu pilar paling konsisten, hanya kalah cemerlang dari Bruno Fernandes. Cunha tak kalah vital dengan gol-gol penentu, termasuk saat menaklukkan Arsenal dalam laga sengit. Sementara Sesko, setelah sempat kesulitan, kini rutin menyumbang gol kemenangan.

Di bawah mistar gawang, Senne Lammens yang sebelumnya kurang dikenal, menjelma menjadi tembok kokoh. Penampilannya yang penuh percaya diri menjadi kontras dengan era Andre Onana, dan yang terpenting, ia didatangkan dengan biaya jauh lebih hemat. Dengan potensi besar bermain di Liga Champions UEFA musim depan, manajemen klub kini fokus pada strategi transfer yang lebih terarah, dengan kecenderungan memilih pemain berpengalaman di kasta tertinggi domestik.
Baca juga: Tol Cipularang-Padaleunyi Berbenah! Ada Apa?
Prioritas utama kini beralih ke sektor tengah. Meskipun lini depan telah diperkuat, jantung permainan masih membutuhkan suntikan energi baru, bahkan sebelum Casemiro mengisyaratkan kemungkinan hengkang. Pemain asal Brasil itu, meski menunjukkan peningkatan, dinilai kurang memiliki kecepatan untuk menjelajahi seluruh area lapangan. Kembalinya Kobbie Mainoo memang menambah kualitas, namun belum cukup untuk memenuhi ambisi besar tim. Beberapa nama muda yang bersinar mulai masuk radar, seperti Elliot Anderson dari Nottingham Forest yang nilainya bisa meroket hingga 100 juta poundsterling jika tampil memukau di Piala Dunia. Adam Wharton dari Crystal Palace dan Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion juga menjadi incaran. Dari kancah Eropa, Aurelien Tchouameni dari Real Madrid bisa menjadi opsi menarik jika tersedia.
Lini belakang juga tak luput dari perhatian. Saat ini, tim memiliki lima bek tengah: Lisandro Martinez, Harry Maguire, Matthijs de Ligt, Leny Yoro, dan Ayden Heaven. Yoro dan Heaven digadang-gadang sebagai duet masa depan, namun keduanya masih butuh waktu. Sementara itu, De Ligt dan Martinez kerap dihantam cedera. Mengingat padatnya jadwal musim depan, kebutuhan akan bek tengah berkaki kiri menjadi krusial. Micky van de Ven dari Tottenham Hotspur menjadi target utama, meski negosiasi diprediksi akan alot mengingat kontraknya yang masih panjang. Aktivitas transfer klub juga sangat bergantung pada hasil penjualan pemain, termasuk potensi kepergian Marcus Rashford dan Manuel Ugarte.
Jika ketersediaan dana memungkinkan, klub berencana mendatangkan gelandang kedua untuk memperdalam skuad. Mendatangkan dua pemain di posisi ini dengan total harga sekitar 70 juta poundsterling atau Rp1,4 triliun tentu bukan perkara mudah. Nama-nama seperti Matheus Fernandes dari West Ham United, Alex Scott dari Bournemouth, serta Joao Gomes dari Wolverhampton Wanderers menjadi kandidat. Harapan juga disematkan pada pemain akademi seperti Tyler Fletcher dan Jim Thwaites, meskipun peran mereka mungkin masih terbatas di awal.
Satu tambahan pemain lagi masih dalam pertimbangan. Posisi penyerang berpengalaman menjadi salah satu fokus, mengingat lini depan masih minim pengalaman. Rasmus Hojlund berpotensi hengkang permanen, sementara masa depan Joshua Zirkzee masih abu-abu. Selain itu, posisi bek kiri juga menjadi perhatian serius. Kepergian Tyrell Malacia dan kondisi Luke Shaw yang rentan cedera membuat tim kekurangan opsi di sektor ini, terutama dengan jadwal padat yang menanti di tengah pekan. Manchester United bertekad membangun skuad yang benar-benar mengerikan untuk dominasi di kancah domestik dan Eropa.



Tinggalkan komentar