Ekonesia – Pekan krusial menanti raksasa Premier League, Liverpool, saat mereka bersiap menjamu Tottenham Hotspur di Anfield akhir pekan ini. Bukan sekadar perebutan tiga poin penting di lapangan hijau, laga ini juga disinyalir menjadi panggung potensial bagi diskusi transfer pemain yang bisa mengguncang bursa. Pelatih Liverpool, Arne Slot, berambisi membawa timnya kembali ke jalur kemenangan setelah terpeleset di Liga Champions usai takluk tipis dari Galatasaray.
Baca juga: Ekspor RI ke Peru Bisa Meledak? Ini Kata Mendag!
Pertandingan ini sarat makna bagi kedua kubu. Tottenham, di bawah arahan Igor Tudor, masih berjuang mencari kemenangan perdana dan kini terjebak di zona merah degradasi. Sementara itu, Liverpool bertekad mengamankan posisi empat besar demi tiket kompetisi Eropa musim depan. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada performa di lapangan, melainkan juga rumor panas seputar pergerakan pemain.

Masa Depan Andy Robertson di Ujung Tanduk
Baca juga: Range Rover Ditarik! Ada Apa dengan Suspensi?
Di tengah ketegangan laga, potensi pembicaraan transfer antara Liverpool dan Tottenham menyeruak, terutama terkait bek kiri andalan The Reds, Andy Robertson. Klub London Utara itu dikabarkan masih menyimpan ketertarikan kuat terhadap pemain asal Skotlandia tersebut. Meski Robertson sempat menolak pinangan Tottenham pada bursa Januari lalu, laporan terbaru mengindikasikan diskusi bisa kembali dibuka saat kedua tim bertemu.
Jika Tottenham berhasil mempertahankan statusnya di Premier League, mereka optimistis dapat membujuk Robertson hijrah ke Tottenham Hotspur Stadium musim panas mendatang. Pertemuan di Anfield bisa menjadi momen krusial bagi perwakilan klub untuk membahas kemungkinan kesepakatan. Robertson, yang kini berusia 31 tahun, melihat kontraknya kian menipis. Meski begitu, peluang bertahan di Merseyside tetap terbuka jika ia bersedia menerima peran rotasi di bawah asuhan Arne Slot musim depan. Pengalaman Robertson meraih dua gelar Premier League dan satu Liga Champions menjadikannya aset berharga bagi tim manapun.
Sebelumnya, usai kemenangan Liverpool atas Wolverhampton Wanderers di FA Cup, Robertson sempat menyinggung masa depannya. Ia mengakui adanya ketertarikan dan pembicaraan, namun kala itu memilih bertahan. Keputusan final mengenai nasibnya, imbuh Robertson, akan diumumkan pada waktunya, mengingat kontraknya hanya tersisa sekitar tiga bulan.
Liverpool Intip Peluang Gaet Eduardo Camavinga
Tak hanya itu, kabar mengejutkan datang dari Spanyol. Real Madrid disebut-sebut mungkin akan melepas gelandang muda berbakat Eduardo Camavinga pada bursa transfer musim panas. Media Spanyol memperkirakan nilai transfernya mencapai angka fantastis, sekitar £43 juta atau setara Rp873 miliar.
Camavinga bergabung dengan Real Madrid pada 2021 dari Stade Rennais dan masih terikat kontrak hingga 2029. Namun, rencana restrukturisasi tim Madrid musim panas nanti bisa membuka pintu bagi pemain Prancis itu untuk hengkang. Nama Camavinga sendiri tak asing lagi di daftar incaran The Reds. Saat masih berseragam Rennes, antara 2019 hingga 2021, pemain berusia 23 tahun ini disebut dipantau secara intens oleh tim perekrutan Liverpool.
Fleksibilitas Camavinga sebagai gelandang bertahan, bek kiri, atau bahkan sayap, menjadi daya tarik utama bagi Liverpool. Klub Merseyside itu memang diperkirakan akan memperkuat lini tengah mereka musim panas nanti, mengingat masa depan beberapa gelandang seperti Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, Curtis Jones, dan Wataru Endo masih belum sepenuhnya pasti.
Micky van de Ven Jadi Rebutan Jika Tottenham Degradasi
Di lini belakang, Liverpool juga dikabarkan berpeluang merekrut bek tengah Tottenham, Micky van de Ven, dengan harga miring jika klub London tersebut terdegradasi. Di tengah performa tim yang belum stabil, Van de Ven justru tampil menonjol sebagai salah satu bintang di skuad Tottenham musim ini.
Liverpool, yang masih mencari tambahan kekuatan di jantung pertahanan setelah gagal mendapatkan Marc Guehi, disebut bisa mengalihkan perhatian kepada Van de Ven. Mantan gelandang Liverpool, Jason McAteer, menilai peluang transfer ini akan terbuka lebar jika Tottenham benar-benar turun kasta. Menurutnya, kondisi tersebut akan memicu eksodus pemain dari klub London itu.
Berbicara dalam podcast No Tippy Tappy Football, McAteer menjelaskan bahwa Van de Ven termasuk pemain yang mungkin tersedia di pasar transfer jika skenario terburuk terjadi. Ia menambahkan, jika Tottenham terdegradasi, manajemen kemungkinan harus melepas beberapa pemain, dan Liverpool bisa memanfaatkan situasi itu untuk merekrut Van de Ven dengan biaya yang jauh lebih rendah dari nilai pasar normalnya.


Tinggalkan komentar