Ekonesia – Legenda sepak bola Jamie Carragher memberikan sorotan tajam terhadap performa Chelsea usai kekalahan telak dari Paris Saint-Germain di Liga Champions. Menurutnya, ambisi The Blues untuk meraih gelar bergengsi akan sulit terwujud jika permasalahan di sektor penjaga gawang tidak segera dibenahi.
Baca juga: Bakat Muda Mirip Bellingham Bikin MU Kepincut!
Kekalahan 5-2 yang dialami Chelsea saat bertandang ke markas PSG di Parc des Princes pada Kamis dini hari lalu menjadi pukulan berat. Meskipun sempat dua kali menyamakan kedudukan, juara bertahan Liga Champions UEFA itu akhirnya harus menyerah setelah kebobolan tiga gol di fase akhir pertandingan. Hasil ini menempatkan skuad asuhan Liam Rosenior dalam posisi yang sangat sulit menjelang leg kedua di Stamford Bridge pekan depan.

Momen krusial yang disorot Carragher adalah kesalahan fatal dari penjaga gawang Filip Jorgensen. Kiper berusia 23 tahun yang dipercaya tampil sebagai starter, mengungguli Robert Sanchez, melakukan blunder yang berujung pada gol ketiga PSG. Umpan yang dilepaskannya berhasil dipotong lawan, dan Vitinha dengan cerdik memanfaatkan peluang tersebut melalui tendangan lob indah, membawa tim asuhan Luis Enrique unggul.
Baca juga: Insentif Pajak Digelontorkan Siapa Untung
Berbicara dalam siaran CBS Sports setelah laga, Jamie Carragher mengakui bahwa secara taktik, pendekatan Liam Rosenior sebenarnya cukup baik dan mampu merepotkan PSG. Ia bahkan menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu duel paling menarik di Liga Champions musim ini. Namun, Carragher menegaskan bahwa Chelsea tidak akan mampu bersaing memperebutkan trofi besar jika mereka tidak segera mendatangkan kiper baru ke Stamford Bridge.
Mantan bek Liverpool itu berpendapat, kekalahan dengan selisih tiga gol sebenarnya tidak pantas diterima Chelsea, mengingat kualitas permainan yang ditunjukkan. Namun, serangkaian kesalahan sendiri, terutama di lini pertahanan, membuat mereka harus membayar mahal. Carragher juga menyoroti investasi besar yang telah digelontorkan pemilik baru klub untuk memperkaya amunisi tim, namun masalah fundamental di lini belakang tetap menjadi ganjalan serius.
Carragher memperingatkan bahwa kelemahan di posisi bek tengah dan penjaga gawang adalah masalah kronis yang berpotensi terus menghantui siapa pun yang melatih Chelsea di masa depan. Tanpa perbaikan signifikan di area tersebut, menurutnya, The Blues akan kesulitan bersaing di kompetisi elite seperti Premier League maupun Liga Champions. Ia menambahkan, saat skor masih imbang 2-2, blunder kiper menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis, membuat Chelsea kehilangan kendali dan kebobolan gol-gol tambahan. Kini, peluang mereka untuk membalikkan keadaan di leg kedua tampak semakin tipis. Dapatkan informasi terkini seputar sepak bola hanya di ekonosia.com.


Tinggalkan komentar