Ekonesia – Kisah inspiratif datang dari Richard Liu Qiangdong, pendiri raksasa e-commerce JD.com, yang tak pernah melupakan akar dan kampung halamannya. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, taipan asal China ini kembali mengukir senyum di wajah ribuan penduduk desa asalnya dengan kedermawanan yang luar biasa. Aksi mulia ini menjadi sorotan, menunjukkan bahwa kekayaan tak lantas melunturkan rasa syukur dan kepedulian.
Baca juga: Shearer: Duet Impian Bareng Pemain Ini!
Di Desa Guangming, Provinsi Jiangsu, China timur, Richard Liu membagikan hadiah tunai yang fantastis. Setiap warga desa yang telah menginjak usia 60 tahun ke atas berhak menerima 10.000 yuan, setara dengan sekitar Rp 24 juta. Tak hanya itu, setiap keluarga di desa tersebut juga kebagian bingkisan bernilai ribuan yuan, berisi kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, hingga peralatan rumah tangga.

Aksi berbagi ini bukanlah hal baru. Sejak tahun 2016, Richard Liu menjadikan tradisi tahunan menjelang Imlek untuk kembali ke desa dan menyalurkan kebaikan. Motivasi di balik kedermawanannya sangat menyentuh. Ia tak pernah lupa bagaimana di awal tahun 1990-an, saat ia hendak merantau ke Beijing untuk kuliah, warga desa patungan menyumbang 500 yuan dan 76 butir telur untuk membantunya. Bantuan kecil itulah yang menjadi titik tolak perjalanannya menuju kesuksesan global.
Baca juga: Liverpool Berduka: Nunez & Thiago Iringi Jota ke Peristirahatan
Untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tertib, komisi desa bahkan meminta warga menyerahkan fotokopi dokumen identitas mereka sebelumnya. Seorang petani bernama Xu, yang kedua orang tuanya berusia di atas 60 tahun, mengaku sangat bersyukur. Mereka berdua berhak menerima total 20.000 yuan dari Liu. "Liu datang ke desa kami tahun lalu dan memberi kami jaket bulu serta makanan. Saya melihatnya dari dekat, ia tampan dan gagah. Kami semua sangat berterima kasih padanya," ujar Xu dengan bangga.
Warga Desa Guangming lainnya, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam. "Meskipun suatu saat nanti ia tidak lagi memberi hadiah, kami tetap bersyukur. Uangnya juga diperoleh melalui kerja kerasnya sendiri," tuturnya. Ia menambahkan, "Begitu banyak keluarga di desa ini, dan ia telah memberikan kontribusi besar. Kami tak akan melupakannya untuk puluhan tahun mendatang."
Richard Liu menghabiskan seluruh masa sekolah dasar dan menengahnya di lingkungan pedesaan. Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana, bahkan harus bergantung pada uluran tangan sesama penduduk desa untuk membiayai pendidikannya di Universitas Renmin China yang bergengsi pada tahun 1992. "Bantuan dari sesama manusia adalah titik awal bagi saya untuk melangkah menuju dunia," kenangnya suatu kali.
Kini, Richard Liu berusia 50 tahun. Berdasarkan laporan terkini dari Hurun Global Rich List, kekayaan bersihnya mencapai 49,5 miliar yuan (sekitar US$6,8 miliar atau Rp114 triliun), menempatkannya di peringkat ke-427 dalam daftar taipan global. Namun, di balik angka-angka fantastis itu, ia tetaplah sosok yang rendah hati, tak pernah lupa dari mana ia berasal, dan selalu siap berbagi kebahagiaan dengan mereka yang pernah menopangnya.











Tinggalkan komentar