BNI Ungkap Jurus Jaga Pasar Modal Anti Jebol

Agus Riyadi

11 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkokoh ekosistem pasar modal nasional. Melalui gelaran BNI Market Outlook 2026, bank pelat merah ini tidak hanya mengulas prospek cerah pasar keuangan, namun juga secara serius menyoroti urgensi penguatan ketahanan siber di tengah derasnya arus transformasi digital.

Forum bertajuk "Wonderful Breakthrough & Cybersecurity" ini menjadi ajang pertemuan krusial bagi para pemangku kepentingan. Hadir perwakilan Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta jajaran manajemen dari 14 Perusahaan Efek (PE) yang merupakan mitra setia BNI. Diskusi ini dirancang sebagai platform strategis untuk menyelaraskan visi antara regulator, perbankan, dan pelaku industri dalam menghadapi dinamika pasar serta ancaman siber yang kian kompleks.

BNI Ungkap Jurus Jaga Pasar Modal Anti Jebol
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Treasury & International Banking BNI, Abu Santosa Sudradjat, mengungkapkan harapannya agar rangkaian diskusi ini dapat memperkaya wawasan dan mempertajam perspektif seluruh peserta. "Kami berharap forum ini tidak hanya memberikan insight bernilai, tetapi juga semakin mempererat sinergi antara regulator, perbankan, dan seluruh elemen industri pasar modal," tegas Abu Santosa dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (10/2/2026).

Salah satu sesi paling vital adalah panel diskusi yang membahas pembaruan regulasi dan keamanan siber. Sesi ini menghadirkan narasumber kompeten seperti Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, serta Direktur Information & Technology BNI Toto Prasetio.

Dalam pemaparannya, BEI dan KSEI menguraikan perkembangan kebijakan terkini serta langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata kelola keamanan siber. Peningkatan kesadaran akan risiko siber dan teknologi informasi (IT) bagi para penyelenggara di industri pasar modal menjadi poin penting yang ditekankan, mengingat vitalnya hal tersebut untuk menjaga integritas dan keandalan sistem di tengah lonjakan potensi serangan siber.

Dari sisi perbankan, BNI menegaskan kesiapan infrastruktur digitalnya melalui BNI API Digital Services. Layanan ini dirancang sebagai penyedia solusi teknologi terdepan bagi ekosistem pasar modal. BNI juga berperan aktif sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi Perusahaan Efek, dengan sistem yang terjamin aman, terintegrasi, dan sangat adaptif terhadap kebutuhan dinamis industri.

Tidak hanya menyediakan layanan, BNI juga proaktif memberikan edukasi komprehensif terkait potensi ancaman siber dan strategi mitigasi yang efektif. Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan perseroan untuk memastikan layanan perbankan digital yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan bagi seluruh pelaku di industri pasar modal.

Melalui BNI Market Outlook 2026, BNI kembali mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem pasar modal yang prudent dan aman. Ke depan, BNI berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang adaptif guna menjawab tantangan transformasi digital dan dinamika keamanan siber yang terus berevolusi.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post