Ekonesia – Masa depan Mohamed Salah di Anfield kini menjadi sorotan tajam. Mantan penyerang legendaris Liverpool, Fernando Morientes, melontarkan prediksi mengejutkan bahwa bintang Mesir itu mungkin harus bersiap menerima peran yang berbeda di Liga Primer musim depan. Pernyataan ini muncul di tengah kian santernya rumor mengenai status Salah yang tak lagi selalu menjadi pilihan utama di bawah arahan pelatih Arne Slot. Apakah ini pertanda era dominasi Salah sebagai motor serangan The Reds akan segera berakhir
Baca juga: Indonesia Rebut Kembali Tahta Rempah Dunia?
Situasi Salah di kubu Merseyside sempat memanas pada awal Desember lalu. Kala itu, ia secara mengejutkan dicadangkan dalam tiga pertandingan beruntun. Kekecewaan Salah memuncak, ia bahkan sempat melontarkan pernyataan bahwa dirinya dijadikan kambing hitam atas performa tim yang kurang memuaskan, sekaligus mengisyaratkan adanya kerenggangan hubungan dengan Arne Slot. Ketegangan semakin kentara saat Salah tak dimainkan sama sekali dalam laga krusial Liga Champions kontra Inter Milan. Namun, badai itu mereda setelah Salah menyampaikan permohonan maaf kepada rekan setimnya dan mengadakan pembicaraan terbuka dengan sang pelatih. Sejak kembali dari tugas negara di Piala Afrika dua pekan lalu, Salah kembali dipercaya dan tampil sebagai starter dalam empat pertandingan terakhir Liverpool.

Meski diterpa berbagai spekulasi, kontribusi Salah di lapangan tetap tak terbantahkan. Akhir pekan lalu, assist briliannya untuk gol Florian Wirtz dalam kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United menorehkan sejarah baru. Assist tersebut mengukuhkan Salah sebagai pemain dengan koleksi 152 kontribusi gol di Anfield dalam ajang Liga Primer, sebuah rekor tertinggi yang belum pernah dicapai oleh pemain mana pun di satu stadion dalam kompetisi bergengsi tersebut. Kini, di usianya yang menginjak 33 tahun, Salah masih menjadi figur vital, namun pertanyaan besar mengenai kelanjutan kariernya mulai mengemuka.
Baca juga: IHSG Mendekati 7.000! Apa yang Terjadi Jelang Libur Panjang?
Kontrak Salah bersama Liverpool kini hanya menyisakan sekitar 18 bulan. Kondisi ini sontak memicu minat serius dari sejumlah klub raksasa Liga Arab Saudi yang dikabarkan siap menggelontorkan dana fantastis pada bursa transfer musim panas mendatang. Godaan dari Timur Tengah semakin menguat seiring bertambahnya usia Salah dan perubahan strategi klub dalam meremajakan lini serang mereka.
Fernando Morientes menilai Salah masih memiliki potensi besar untuk memberikan dampak signifikan bagi Liverpool musim depan, meskipun kemungkinan besar bukan lagi sebagai starter reguler. Ia membandingkan skenario ini dengan Antoine Griezmann di Atletico Madrid. Griezmann, meskipun hampir selalu bermain saat tersedia, jarang sekali memulai pertandingan dari menit pertama. Namun, ia tetap mampu memberikan kontribusi krusial dari bangku cadangan. Menurut Morientes, banyak pemain besar yang diakui sebagai legenda bukan hanya karena torehan gol atau trofi, melainkan juga karena kesediaan mereka beradaptasi dengan peran baru demi kepentingan tim. Morientes berpendapat, jika Salah bersedia menerima situasi serupa, perannya di Liverpool akan tetap sangat penting. Namun, ia juga meragukan apakah sang pemain akan merasa puas dengan peran tersebut atau justru memilih mencari tantangan baru di klub lain yang menjaminnya sebagai pusat permainan.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Liverpool melakukan perombakan besar-besaran di lini depan dengan mendatangkan Alexander Isak senilai sekitar Rp2,5 triliun, Florian Wirtz seharga kurang lebih Rp2,3 triliun, serta Hugo Ekitike dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun. Namun, Morientes menilai investasi besar tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Para pemain baru dinilai masih kesulitan beradaptasi dengan sistem permainan tim. Ia menegaskan bahwa dalam dunia sepak bola, belanja mahal tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan. Bahkan, terkadang semakin besar dana yang dikeluarkan, hasil yang didapat justru tidak sebanding dengan ekspektasi.
Menurut Morientes, para penggawa Liverpool saat ini belum sepenuhnya menyatu sebagai sebuah tim yang solid. Inilah yang menyebabkan performa mereka belum stabil dan cenderung inkonsisten. Ia juga menilai Liverpool belum bisa dianggap sebagai kandidat kuat juara Liga Primer maupun Liga Champions musim ini. Namun, Morientes tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa Liverpool masih memiliki potensi luar biasa. Para pemain bintang yang telah direkrut bisa saja tiba-tiba tampil memukau dan mengubah momentum tim secara drastis. Meski peluangnya terbilang sulit, Morientes percaya kebangkitan The Reds tetap mungkin terjadi di sisa musim ini.











Tinggalkan komentar