Ekonesia – Drama sengit tersaji di Camp Nou saat Barcelona berhasil mengamankan trofi Joan Gamper edisi ke-61. Blaugrana menundukkan perlawanan gigih Al Ahly dengan skor tipis 2-1, melanjutkan dominasi mereka di ajang pramusim bergengsi ini. Kemenangan ini juga menandai kembalinya turnamen ke markas kebanggaan Barcelona setelah absen beberapa tahun.
Baca juga: Muller Pamit, Tapi Legenda Bayern Belum Tutup!
Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan Hansi Flick langsung tancap gas, mendominasi penguasaan bola dan mengurung pertahanan lawan. Al Ahly, tim asal Mesir, memilih strategi menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat. Upaya Barcelona akhirnya berbuah manis di menit ke-30. Berawal dari umpan cerdas Raphinha yang membelah pertahanan, Alejandro Balde dengan sigap menyambut bola di sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik ke jantung pertahanan. Hamza Abdelkarim, penyerang muda berusia 18 tahun, dengan tenang menyambar bola dari jarak dekat, membawa Barcelona unggul 1-0. Abdelkarim memilih untuk tidak merayakan golnya secara berlebihan, menunjukkan rasa hormat kepada mantan klubnya.

Menjelang turun minum, Barcelona kembali memperlebar jarak. Blunder fatal dilakukan Hady Reyad yang gagal mengontrol bola di area terlarang. Raphinha yang melihat peluang langsung menerobos, namun ia dijatuhkan oleh Reyad. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Raphinha sendiri maju sebagai algojo. Meski tendangannya berhasil dibaca oleh kiper Mostafa Ahmed Shobeir, bola tetap melesat masuk ke gawang, membuat Barcelona menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Baca juga: Wamen ATR Siap Perang Melawan Banjir!
Memasuki paruh kedua, Al Ahly tampil lebih berani dan agresif. Pendekatan menyerang mereka langsung membuahkan hasil di menit ke-51. Melalui skema serangan balik cepat yang terorganisir, Zizo berhasil menaklukkan pertahanan Barcelona dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut membangkitkan semangat Al Ahly untuk terus menekan. Barcelona sempat memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol ketiga, namun kesigapan Shobeir di bawah mistar gawang Al Ahly berkali-kali menggagalkan upaya Blaugrana. Tim tamu terus mencoba mencari celah melalui serangan balik, namun lini belakang Barcelona yang disiplin dan menerapkan garis pertahanan tinggi membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini memastikan Barcelona kembali mengangkat trofi Joan Gamper, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di turnamen ini sejak 2012. Momen ini semakin istimewa karena Camp Nou kembali menjadi saksi bisu kejayaan tim kesayangan mereka. Raphinha dinobatkan sebagai Man of the Match berkat kontribusinya yang krusial, mulai dari assist untuk gol pembuka hingga gol penalti yang ia eksekusi sendiri. Di sisi lain, Hady Reyad harus menerima kenyataan pahit sebagai Worst Performer, mengingat kesalahannya yang berujung pada hadiah penalti bagi Barcelona.




Tinggalkan komentar