Ekonesia – Bursa Efek Indonesia BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia KSEI kembali mengguncang pasar dengan merilis daftar terbaru saham-saham yang masuk kategori Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi High Shareholding Concentration HSC. Kali ini sepuluh emiten baru teridentifikasi memiliki struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi memicu pertanyaan tentang dinamika pasar modal.
Baca juga: Sawit Jadi Andalan Pangan? Ini Strategi PalmCo!
Salah satu nama yang mencuat adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk SSMS. Berdasarkan data pengumuman BEI per 1 Oktober 2026 saham SSMS tercatat memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi mencapai 9579 persen. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas saham perusahaan kelapa sawit tersebut hanya berada di tangan segelintir pemegang saham.

Tidak hanya itu PT Golden Eagle Energy Tbk SMMT juga menjadi sorotan. Saham perusahaan ini dilaporkan dikuasai secara agregat oleh sejumlah kecil pemegang saham mencapai 9712 persen dari total saham yang beredar baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Fenomena serupa juga terlihat pada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk TBIG. Emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi ini mencatat 9662 persen sahamnya dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu. Kondisi ini mengindikasikan dominasi kepemilikan yang signifikan pada beberapa perusahaan besar di bursa.
Baca juga: Jetour Incar Harga Miring, Kepemilikan Mobil Meroket?
Daftar lengkap sepuluh emiten yang masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi per Selasa 13 Oktober 2026 adalah sebagai berikut:
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk SSMS
PT Golden Eagle Energy Tbk SMMT
PT Bank Maspion Indonesia Tbk BMAS
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk TBIG
PT Cita Mineral Investindo Tbk CITA
PT J Resources Asia Pasifik Tbk PSAB
PT Bali Towerindo Sentra Tbk BALI
PT Bank Mayapada Internasional Tbk MAYA
PT Citra Putra Realty Tbk CLAY
PT Akasha Wira International Tbk ADES










Tinggalkan komentar