Telkom Buka Suara Isu Merger Mitratel Geger

Agus Riyadi

22 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Desas-desus mengenai potensi penggabungan dua raksasa menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), kian santer terdengar di pasar modal. Spekulasi ini akhirnya memicu respons dari induk usaha Mitratel, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), yang memberikan klarifikasi terkait arah strategis anak perusahaannya.

Ahmad Reza, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom, dalam keterangannya baru-baru ini, menegaskan bahwa Mitratel, sebagai bagian integral dari TelkomGroup, secara berkala melakukan evaluasi komprehensif terhadap berbagai opsi strategis. Langkah ini diambil guna mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Telkom Buka Suara Isu Merger Mitratel Geger
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, Telkom belum dapat memberikan konfirmasi spesifik mengenai detail rencana merger dengan Tower Bersama yang sedang menjadi perbincangan hangat. "Terkait informasi spesifik tersebut, saat ini Perseroan belum dapat memberikan komentar lebih lanjut," ujar Reza, menekankan bahwa setiap informasi material yang memerlukan pengungkapan kepada publik akan disampaikan melalui mekanisme keterbukaan informasi dan saluran resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kabar mengenai Mitratel yang dikabarkan telah menunjuk penasihat untuk menjajaki kemungkinan merger dengan Tower Bersama bukanlah isu baru. Sejarah mencatat, pada tahun 2015, pembicaraan serupa pernah terjadi ketika Tower Bersama berencana mengakuisisi saham Mitratel. Namun, upaya transaksi besar tersebut kala itu harus kandas karena tidak memperoleh persetujuan lebih lanjut.

Saat ini, Mitratel merupakan salah satu pemain utama di industri menara telekomunikasi, dengan Telkom sebagai pemegang saham mayoritas sekitar 71,83%. Selain itu, pemerintah Singapura menguasai 5,33% saham, dan Indonesia Investment Authority (INA) melalui PT Maleo Investasi Indonesia memiliki 5,97%. Mitratel mengoperasikan lebih dari 39.000 menara yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mayoritas sahamnya dikendalikan oleh Bersama Digital, entitas yang terafiliasi dengan Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono, dengan porsi kepemilikan mencapai 81,29%. Anak usaha Saratoga Investama Sedaya (SRTG), PT Wahana Anugerah Sejahtera, juga turut memiliki saham di TBIG sebesar 9,37%.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post