TeraNews Bisnis – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) semakin gencar menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini bisnisnya. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 yang dicanangkan pemerintah.
Baca juga: Barcelona Incar Wonderkid Ekuador! Siap Amankan Bintang Masa Depan?
Senior Vice President Pengembangan & Portofolio Bisnis Pupuk Kaltim, Propan Weber Suhardiyatno, menyatakan bahwa Pupuk Kaltim terus bertransformasi dengan mengintegrasikan prinsip ESG dalam operasional perusahaan. Menurutnya, kesuksesan perusahaan tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan beretika.

Salah satu program unggulan Pupuk Kaltim dalam bidang dekarbonisasi adalah proyek Co-Firing Coal dengan biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (boiler). Proyek ini memanfaatkan biomassa sebagai pengganti sebagian bahan bakar batubara. Dengan proyek ini, Pupuk Kaltim menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 59.000 ton CO2 per tahun pada tahun 2030.
Baca juga: IHSG Hari Ini: Naik atau Turun? Prediksi Mengejutkan!
Selain itu, Pupuk Kaltim juga membangun pabrik soda ash berkonsep ekonomi sirkular yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 174.000 ton CO2 per tahun. Upaya dekarbonisasi juga diperkuat melalui proyek Revamping Pabrik Ammonia Pupuk Kaltim 2 yang akan menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton pada 2030, sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Pupuk Kaltim juga mengadopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan target penurunan emisi sebesar 900 ton CO2 pada 2030, serta mengoperasikan kendaraan listrik untuk keperluan operasional yang ditargetkan mampu mengurangi emisi hingga 110 ton CO2 di tahun yang sama.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pupuk Kaltim menargetkan pengurangan emisi CO2 hingga 32% pada 2030, sesuai dengan Roadmap Dekarbonisasi perusahaan. Dalam jangka panjang, Pupuk Kaltim menargetkan mencapai target nol emisi karbon (NZE) pada tahun 2060.
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap aspek lingkungan juga tercermin dalam inovasi produk pupuk NPK Pelangi Jos yang ramah lingkungan. Pupuk ini diformulasikan dengan memanfaatkan mikroba agar dapat diserap lebih optimal oleh tanaman dan meningkatkan produktivitas pertanian. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pupuk ini mampu meningkatkan efisiensi pemupukan hingga 25% serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebesar 15%.
Di bidang sosial, Pupuk Kaltim menjalankan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) yang bertujuan menciptakan ekosistem agrikultur yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari penyedia benih, off-taker, hingga pihak asuransi dan sumber permodalan. Pada tahun 2024, program ini berhasil diimplementasikan di hampir 100.819 hektar lahan dan melibatkan 42.027 petani. Program ini diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas pertanian mulai dari 11% hingga 67%. TeraNews Bisnis – akan terus mendukung dan memberitakan program ini dan tiap tahun terus kami tambah petani yang terlibat dan luas lahan yang dibina.








Tinggalkan komentar