Ekonesia – Dunia sepak bola kembali dibuat terperangah oleh kehebatan Lionel Messi. Meski telah berusia 39 tahun dan berkarier jauh dari gemerlap kompetisi Eropa, sang megabintang Argentina sukses menorehkan prestasi luar biasa dengan bertengger di posisi kelima dalam ajang Ballon d’Or 2026. Pencapaian ini bahkan melampaui sejumlah nama besar yang lebih muda dan bermain di klub-klub top Benua Biru.
Baca juga: Bintang Madrid Jadi Target Rahasia Arsenal
Kontribusi La Pulga bersama Inter Miami dan Tim Nasional Argentina menjadi kunci di balik capaian impresifnya. Ia berhasil memimpin Inter Miami meraih gelar MLS Cup pada akhir tahun 2025, menunjukkan sentuhan magisnya tak lekang oleh waktu. Di kancah internasional, Messi juga memegang peran vital dalam mengantar Argentina melaju hingga final Piala Dunia, dengan torehan delapan gol dan empat asis dari delapan penampilan sepanjang turnamen. Performa gemilang ini diganjar penghargaan Silver Ball dan Silver Boot, menempatkannya di belakang Rodri dan Kylian Mbappe.
Yang lebih mengejutkan, Messi berhasil mengungguli deretan pemain elite Eropa dalam perolehan suara Ballon d’Or. Sebut saja penyerang tajam Manchester City, Erling Haaland, serta dua bintang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele. Tak hanya itu, Michael Olise dari Bayern Muenchen dan Fabian Ruiz yang juga membela PSG, turut berada di bawah bayang-bayang kehebatan sang legenda.
Baca juga: MU Krisis Striker! Lawan Arsenal Tanpa Bomber Baru?
Sementara itu, penghargaan individu paling bergengsi di jagat sepak bola ini akhirnya jatuh ke tangan penyerang Bayern Muenchen, Harry Kane, yang sekaligus mengakhiri penantian 25 tahun Inggris. Kylian Mbappe menempati posisi runner-up, disusul talenta muda Lamine Yamal di peringkat ketiga. Rekan setim Yamal di Barcelona dan Timnas Spanyol mengisi posisi keempat, tepat di atas Messi. Finis di lima besar pada usia senja dan di luar Eropa menegaskan status Messi sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa, dengan koleksi delapan trofi Ballon d’Or yang tak tertandingi.
Meski masuk dalam daftar elite, Messi memilih absen dari malam penganugerahan Ballon d’Or yang digelar di London. Keputusan ini diyakini karena peluangnya untuk meraih trofi kesembilan terbilang kecil, ditambah lagi dengan jadwal padat Inter Miami di MLS yang mengharuskan ia berada di Miami untuk pertandingan pada hari Selasa.
Alih-alih terbang ke Inggris, Messi justru memilih untuk fokus pada edisi kedua Messi Cup. Turnamen ini merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan 16 tim kelompok usia di bawah 16 tahun terbaik dari berbagai belahan dunia. Messi Cup menjadi platform penting bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuan dan menarik perhatian publik sepak bola global.




Tinggalkan komentar