Ekonesia – Pertarungan sengit akan tersaji di pekan ke-12 LaLiga 2026-2027 saat Barcelona bertandang ke markas Atletico Madrid. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan duel krusial yang bisa menentukan arah persaingan gelar juara. Blaugrana berambisi meraih kemenangan demi memperlebar selisih poin menjadi lima dari Los Colchoneros, yang saat ini menduduki peringkat ketiga klasemen.
Baca juga: Koperasi Desa Jadi Andalan Ekonomi Sumbar!
Stadion Metropolitano akan menjadi saksi bisu bentrokan dua raksasa Spanyol ini pada Senin, 9 November 2026, pukul 03.00 WIB. Pertandingan ini juga menjadi laga terakhir kedua tim sebelum jeda internasional, menambah intensitas persaingan yang sudah memanas.
Pasukan Hansi Flick datang dengan kepercayaan diri penuh setelah tampil impresif dan menumbangkan Aston Villa di ajang Liga Champions tengah pekan lalu. Barcelona kini memimpin klasemen dengan 30 poin, sementara Atletico Madrid membayangi di posisi ketiga dengan 28 poin. Kemenangan akan membuat raksasa Catalunya menjaga jarak tiga poin dari Real Madrid dan semakin kokoh di puncak.
Baca juga: Sensasi! Huijsen ke Madrid, Tapi…
Persaingan kedua klub semakin memanas, terutama setelah 10 pertemuan di berbagai kompetisi dalam dua musim terakhir. Drama transfer Julián Álvarez yang penuh kontroversi juga turut memperkeruh hubungan mereka. Penyerang asal Argentina ini patut diwaspadai, mengingat kecenderungannya tampil gemilang saat menghadapi Barcelona.
Kekuatan Atletico Madrid di bawah asuhan Diego Simeone tidak bisa diremehkan. Sebelum takluk dari Bayern Muenchen di Liga Champions, mereka sempat mencatatkan sembilan pertandingan tanpa kekalahan. Kedatangan Alejandro Grimaldo dan Lee Kang-in telah menambah variasi serangan yang lebih menarik bagi Los Colchoneros. Grimaldo dikenal sebagai spesialis bola mati yang mampu menciptakan ancaman serius dari sisi kiri, sementara Lee Kang-in menghadirkan dinamika baru dengan pergerakannya yang lincah dan kemampuannya mengisi berbagai ruang di lini serang.
Meski kini lebih berorientasi menyerang dan menguasai bola, pertahanan solid tetap menjadi ciri khas utama pasukan Simeone. Mereka diprediksi akan kembali menggunakan pendekatan reaktif saat menghadapi Barcelona, dengan tekanan tinggi atau pressing sejak lini depan sebagai senjata utama untuk memancing kesalahan lawan.
Hansi Flick harus memastikan anak asuhnya tampil maksimal jika ingin membawa pulang poin penuh dari ibu kota Spanyol. Barcelona akan tampil tanpa Xavi Espart, Rodri, Roony Bardghji, Dani Olmo, dan Jules Kounde yang absen karena cedera. Sementara itu, Atletico Madrid hanya kehilangan Cristian Romero.
Prediksi susunan pemain menunjukkan Barcelona kemungkinan akan mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Joan di bawah mistar, didukung barisan bek Fariñas, Cubarsí, Martín, dan Cancelo. De Jong dan Pedri akan menjadi motor di lini tengah, sementara Yamal, Fermín, dan Gordon menyokong Raphinha di lini serang. Di sisi lain, Atletico Madrid diprediksi turun dengan skema 4-4-2. Oblak akan menjaga gawang, dengan Llorente, Pubill, Hancko, dan Grimaldo di lini belakang. Simeone, Barrios, Koke, dan Baena mengisi lini tengah, mendukung duet Lee dan Álvarez di depan.
Atletico Madrid diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit. Dengan pendekatan menyerang yang semakin berkembang, Los Colchoneros tidak akan ragu meladeni permainan terbuka Barcelona. Situasi ini berpotensi menciptakan pertandingan berintensitas tinggi dengan banyak peluang dari kedua tim. Barcelona memang memiliki peluang besar untuk menang, namun mereka harus siap menghadapi tekanan intens sepanjang laga. Prediksi skor akhir adalah Atletico Madrid 2-3 Barcelona.



Tinggalkan komentar