Ekonesia Ekonomi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah konkret untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya dengan menggelar pasar murah di Pendopo Kabupaten Sumenep. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca juga: Kane Digoda Barca Bayern Siapkan Kontrak Gila
Khofifah menekankan pentingnya distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang belum maksimal. "Pastikan turun ke pasar karena memang sebagian besar beras SPHP belum terdistribusi maksimal," ujarnya. Bahkan, dalam rapat koordinasi dengan Menko Pangan, Pemprov Jatim meminta Bulog untuk meningkatkan distribusi beras medium SPHP.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei belanja masyarakat mulai tanggal 1 September. Survei ini akan mencakup jenis makanan yang dikonsumsi, lauk-pauk, dan pengeluaran lainnya. "Itu berpengaruh pada indikator kemiskinan. Jadi ketepatan waktu sangat penting," tegasnya.
Baca juga: Tarif Trump Picu Krisis di Jepang?
Pasar murah dan upaya menjangkau logistik menjadi sangat krusial sebelum survei BPS dilakukan. Khofifah meminta pemerintah daerah untuk proaktif memantau ketersediaan bahan pokok, tidak hanya di pasar modern tetapi juga di pasar tradisional. "Pasar murah juga adalah cara kami mendekatkan daya jangkau masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Bisa dilihat dari harga jual bahan pokok yang jauh di bawah harga pasar," jelasnya.
Pada pasar murah yang digelar di Pendopo Sumenep pada 23 Agustus 2025, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Misalnya, beras premium dijual Rp14.000 per kg (Rp70.000 per sak) padahal harga di Sumenep mencapai Rp15.000 per kg. Beras medium dijual Rp11.000 per kg (Rp55.000 per sak) padahal harga di Sumenep Rp13.000 per kg. Komoditas lain seperti gula pasir, MinyaKita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan tepung terigu juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Informasi ini dilansir dari Ekonesia.com











Tinggalkan komentar