DBS Bocorkan IHSG Terbang ke 8000 Akhir Tahun

Agus Riyadi

29 Juli 2026

3
Min Read

Ekonesia – Sebuah prediksi mengejutkan datang dari PT Bank DBS Indonesia terkait masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Institusi keuangan ini meyakini bahwa indeks saham utama Indonesia tersebut berpotensi bangkit dan menembus level 8.000 pada akhir tahun ini, sebuah target yang melampaui ekspektasi rata-rata banyak analis pasar.

William Simadiputra, Kepala Riset DBS Indonesia, menjelaskan bahwa posisi IHSG saat ini yang bergerak di kisaran 6.100 poin, berada dalam kondisi ‘oversold’ atau mengalami tekanan jual yang sangat ekstrem. Indikasi ini terlihat jelas dari volume dan nilai perdagangan di bursa saham Indonesia yang sangat tipis. Menurut William, valuasi pasar saham saat ini bahkan mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir, sebuah situasi yang terakhir kali terjadi pada tahun 2017 ketika Indonesia pertama kali meraih peringkat investasi. Pernyataan ini disampaikan dalam Media Briefing DBS Institutional Forum 2026 di Jakarta.

DBS Bocorkan IHSG Terbang ke 8000 Akhir Tahun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

William menambahkan, meskipun ada kekhawatiran makroekonomi, kinerja laba perusahaan di Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Laba korporasi tercatat tumbuh 7,5% pada kuartal pertama, dengan proyeksi pertumbuhan 4,4% untuk periode berikutnya. Ini menjadi fondasi kuat yang diyakini akan mendorong valuasi pasar mencapai target yang diharapkan.

Bank DBS Indonesia memproyeksikan rasio Harga per Laba (P/E) akan menyentuh 13 kali, angka yang berada di bawah rata-rata valuasi sepuluh tahun terakhir. William juga menyoroti pentingnya status Indonesia yang tetap diklasifikasikan sebagai pasar negara berkembang oleh MSCI. Penetapan ini sangat krusial karena dapat mencegah aksi penjualan besar-besaran oleh dana-dana indeks global.

Faktor pendukung lain yang diidentifikasi adalah proyeksi nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp18.000 per dolar AS, serta arah kebijakan suku bunga acuan yang konsisten. Kombinasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan investor.

William lebih lanjut menjelaskan, pemulihan kepercayaan investor akan terjadi seiring dengan rilis laporan pendapatan kuartal kedua yang saat ini masih minim. Potensi rotasi dana asing juga menjadi harapan, mengingat kinerja pasar Indonesia yang relatif tertinggal dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Dinamika arus modal global juga turut diamati. William menyoroti tren penurunan di beberapa pasar saham Asia, seperti Korea Selatan, yang sebelumnya melonjak karena euforia prospek bisnis kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan kinerja SK Hynix Co. Ltd. yang meleset dari ekspektasi pasar, menandakan adanya ‘overheating’ di bursa Korea Selatan. Kondisi ini, menurutnya, justru menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih menguntungkan di mata investor global.

Dengan IHSG yang telah terkoreksi sekitar 29% sepanjang tahun, tercipta selisih kinerja sekitar 50% dibandingkan pasar lain yang justru melonjak lebih dari 20%. William yakin, dengan fundamental ekonomi yang kokoh dan arah kebijakan yang jelas ke depan, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara-negara yang sudah lebih dulu menikmati kenaikan tajam.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post