Ekonesia – Badan Pelaksana (BP) BUMN bersama Danantara tengah menggodok sebuah visi ambisius: mewujudkan 12 kota masa depan di seluruh penjuru Indonesia. Proyek raksasa ini dirancang dengan konsep kota cerdas yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur modern, tetapi juga berfokus pada penyediaan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Baca juga: From Zero to Hero: Dendam Anak Petani Jadi Raja Mobil!
Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan menciptakan kawasan perkotaan yang terintegrasi secara menyeluruh. Diskusi intensif mengenai rencana ini telah berlangsung di gedung Wisma Danantara, menekankan pentingnya menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas, termasuk akses terhadap perumahan dan fasilitas publik yang memadai.

Dony mengungkapkan bahwa skala 12 kota cerdas ini tidak akan mencapai ribuan hektare. Namun, setiap kota akan dilengkapi fasilitas esensial seperti sekolah dan rumah sakit, yang dianggap krusial. Selain itu, prioritas utama adalah menyediakan rumah dengan harga ekonomis bagi segmen masyarakat menengah ke bawah.
Baca juga: Trump Rahasia Bicara dengan China! Perang Tarif Bakal Berakhir?
Untuk merealisasikan mega proyek ini, sejumlah aset strategis milik BUMN akan dioptimalkan. Lokasi-lokasi seperti aset PTPN di Walini Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang Medan, telah diidentifikasi sebagai fondasi pembangunan. Konsolidasi aset-aset ini diharapkan dapat mempercepat laju pengembangan kawasan kota masa depan.
Guna mempercepat proses implementasi, Dony mendesak agar pembentukan badan usaha dan proses pengalihan aset segera dituntaskan. Ia berharap, pembentukan PT dapat dilakukan secepatnya, diikuti dengan pengalihan tanah dari PTPN ke badan usaha tersebut dalam waktu singkat, sehingga pembangunan dapat segera dimulai.
Konsep pengembangan 12 kota masa depan ini dirancang secara holistik, mengintegrasikan berbagai elemen penting seperti hunian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur perkotaan lainnya. Pendekatan Transit-Oriented Development (TOD) juga akan diterapkan untuk meningkatkan konektivitas antar kawasan, menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih dinamis dan berdaya guna.
Sebagai contoh, rencana pengembangan di Padalarang menargetkan pembangunan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian. Perumahan ini akan ditawarkan melalui skema yang terjangkau, didukung penuh oleh infrastruktur modern dan konsep TOD yang terintegrasi.
Melalui inisiatif ini, BP BUMN dan Danantara bertekad mengubah aset-aset negara menjadi kawasan produktif yang memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat. Kota masa depan ini diharapkan tidak hanya menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga menjamin akses yang lebih merata terhadap hunian layak dan fasilitas publik, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.











Tinggalkan komentar