Ekonesia – Timnas Italia bergerak cepat usai kegagalan pahit di kualifikasi Piala Dunia. Setelah Gennaro Gattuso resmi mengakhiri jabatannya pasca kekalahan dari Bosnia-Herzegovina, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) langsung memburu nahkoda baru. Nama Pep Guardiola kini santer disebut sebagai target utama yang paling diidamkan.
Baca juga: Arsenal Korbankan Saliba? Madrid Beri Jawaban Menohok!
Laporan eksklusif mengungkap Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini dan penasihatnya Leonardo terbang ke Barcelona. Mereka menghabiskan tiga hari di sana untuk bertemu langsung dengan Guardiola. Kedekatan personal antara Maldini, Leonardo, dan pelatih asal Spanyol itu diyakini menjadi modal krusial dalam upaya membujuknya menerima proyek ambisius ini.

Guardiola sendiri baru saja menuntaskan satu dekade kiprahnya bersama Manchester City, meninggalkan klub tersebut setelah musim 2025-2026. Meski sempat menepis rumor akan segera melatih lagi dalam waktu dekat, tawaran dari Gli Azzurri tampaknya cukup menggiurkan untuk dipertimbangkan secara serius.
Baca juga: Minyak Dunia Meledak 100 Dolar Ancaman Baru
Namun, ambisi Italia mendatangkan Guardiola bukan tanpa rintangan. Salah satu ganjalan terbesar adalah tuntutan gaji fantastis yang diyakini jauh melampaui standar pelatih tim nasional Italia sebelumnya. FIGC harus putar otak mencari solusi finansial jika ingin mewujudkan mimpi mendatangkan maestro taktik ini.
Di sisi lain, masa depan Guardiola juga sempat dikaitkan dengan Timnas Inggris. Ia pernah memiliki kesepakatan verbal dengan Football Association untuk mengambil alih The Three Lions setelah Gareth Southgate mundur pasca Euro 2024. Namun, rencana itu batal setelah Guardiola memilih bertahan di City. Kendati demikian, lingkaran dalamnya menyebut Guardiola masih menyimpan hasrat melatih Inggris suatu hari nanti.
Saat ini, kursi pelatih Inggris diduduki Thomas Tuchel, yang sempat menuai kritik tajam usai kekalahan telak dari Argentina di semifinal Piala Dunia. Meski begitu, Tuchel berhasil membawa Inggris meraih peringkat ketiga, pencapaian terbaik mereka sejak juara dunia 1966 berkat kemenangan dramatis atas Prancis.
Jika FIGC berhasil meyakinkan Pep Guardiola, ini akan menjadi langkah revolusioner untuk membangun kembali identitas permainan Italia pasca serangkaian kegagalan. Tantangannya bukan hanya soal biaya, melainkan juga meyakinkan Guardiola bahwa proyek jangka panjang bersama Italia adalah pilihan terbaik. Keputusan akhir sang maestro taktik ini tentu akan menjadi sorotan dunia sepak bola.



Tinggalkan komentar