Ekonesia – Bursa transfer musim panas di Anfield kian memanas dengan berbagai spekulasi. Setelah santer beredar kabar potensi kepergian Mohamed Salah dan Andrew Robertson kini sorotan tajam tertuju pada gelandang jebolan akademi Curtis Jones. Pemain berusia 25 tahun ini dikabarkan telah memberikan sinyal positif untuk melanjutkan kariernya di Serie A bersama raksasa Italia Inter Milan.
Baca juga: Renault Gebrak Pasar! SUV Listrik Baru Siap Meluncur?
Keseriusan Nerazzurri terhadap Jones bukan isapan jempol belaka. Setelah upaya mereka di jendela transfer Januari lalu menemui jalan buntu Inter kembali melayangkan proposal resmi. Laporan menyebutkan tawaran terbaru dari juara Serie A itu mencapai sekitar 21 juta poundsterling atau setara Rp463 miliar. Namun angka tersebut masih belum memenuhi ekspektasi Liverpool yang mematok harga di kisaran 25 juta poundsterling atau sekitar Rp551 miliar.

Meskipun belum ada kesepakatan final negosiasi antara kedua klub diyakini bergerak ke arah yang positif menjelang bergulirnya musim baru. Yang menarik Jones sendiri dikabarkan sangat tertarik dengan gagasan bermain di Italia. Bahkan ia disebut-sebut menolak pinangan dari beberapa klub Premier League lain termasuk Aston Villa menunjukkan tekadnya untuk mencari tantangan baru.
Baca juga: Petani Muda Gunungkidul Jadi Garda Pangan Masa Depan?
Situasi kontrak menjadi faktor krusial di balik potensi transfer ini. Jones akan memasuki 12 bulan terakhir masa baktinya di Anfield bulan depan tanpa adanya tanda-tanda perpanjangan. Liverpool tentu enggan mengulang skenario kehilangan pemain kunci secara gratis seperti yang terjadi pada beberapa kasus sebelumnya. Oleh karena itu menjual Jones pada musim panas ini dianggap sebagai opsi paling masuk akal demi mendapatkan pemasukan.
Di tengah kemungkinan hengkangnya Jones manajemen Liverpool juga tak tinggal diam. Pelatih Andoni Iraola dilaporkan menjadikan sektor gelandang sebagai salah satu prioritas utama untuk diperkuat. Nama gelandang muda Bournemouth Alex Scott disebut-sebut masuk dalam daftar incaran untuk mengisi kekosongan di lini tengah. Namun demikian kepergian Jones tetap berpotensi meninggalkan lubang yang cukup terasa mengingat kontribusinya yang konsisten dan pemahamannya terhadap filosofi klub.
Melepas Curtis Jones di usia 25 tahun saat ia seharusnya memasuki periode emas kariernya bisa menjadi keputusan berisiko bagi Liverpool. Sebagai produk asli akademi yang memiliki ikatan kuat dengan suporter Jones bukan sekadar pelapis. Jika ia mampu berkembang pesat dan bersinar terang bersama Inter Milan bukan tidak mungkin Liverpool akan menyesali langkah ini di kemudian hari.
Untuk informasi terkini dan analisis mendalam seputar dunia sepak bola kunjungi terus ekonesia.com.


Tinggalkan komentar