Ekonesia – Asa Manchester City untuk merengkuh gelar juara Liga Inggris musim ini kian menipis setelah Arsenal berhasil memetik kemenangan krusial atas West Ham United. Kemenangan dramatis 1-0 ini tidak hanya memperlebar jarak di puncak klasemen, tetapi juga mengukuhkan posisi The Gunners di jalur juara yang telah lama dinanti.
Baca juga: MU Wajib Bangkit! Amorim Beri Ultimatum Pedas
Pertandingan yang berlangsung sengit di London Stadium pada Minggu malam waktu setempat itu menjadi saksi bisu perjuangan Arsenal. Meski sempat kesulitan menembus pertahanan kokoh West Ham yang berjuang menjauh dari zona degradasi, pasukan Mikel Arteta akhirnya menemukan celah. Kiper David Raya bahkan harus berjibaku menyelamatkan gawang dari peluang emas Matheus Fernandes, menunjukkan betapa ketatnya laga tersebut.

Momen penentu datang melalui kaki Leandro Trossard. Pemain internasional Belgia ini sukses menyambar umpan tarik Martin Odegaard, melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper lawan, dan memicu ledakan kegembiraan di kubu Arsenal. Drama belum usai, West Ham sempat menyamakan kedudukan di menit-menit akhir lewat Callum Wilson, namun intervensi VAR menganulir gol tersebut karena dianggap ada pelanggaran terhadap Raya, menyelamatkan Arsenal dari petaka.
Baca juga: Rumah Subsidi! Kuota Sopir Taksi Naik Drastis!
Dengan hasil ini, Arsenal kini unggul lima poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara Premier League. Kendati skuad asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan tunda, banyak pengamat mulai meyakini bahwa trofi musim ini sudah hampir pasti berlabuh di Emirates Stadium.
Jalan terjal justru menanti Manchester City. Setelah sempat berada di atas angin usai menundukkan Arsenal 2-1 pada 19 April lalu, momentum City terhenti akibat hasil imbang 3-3 kontra Everton pada 4 Mei. Hasil itu membuat Arsenal kembali memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Kini, City wajib menyapu bersih tiga laga sisa melawan Crystal Palace, Bournemouth, dan Aston Villa, sambil berharap Arsenal terpeleset. Laga kontra Bournemouth diprediksi menjadi ujian terberat mengingat performa impresif tim asuhan Andoni Iraola sepanjang tahun 2026.
Sebaliknya, Arsenal justru menghadapi agenda pertandingan yang relatif lebih bersahabat. Setelah berhasil menaklukkan West Ham, The Gunners hanya menyisakan dua laga melawan Burnley yang sudah terdegradasi dan Crystal Palace. Secara kualitas, Arsenal jelas lebih diunggulkan di kedua pertandingan tersebut. Ditambah lagi, Crystal Palace kemungkinan besar akan lebih fokus menjaga kondisi tim jelang final UEFA Conference League yang hanya berselang tiga hari setelah menghadapi Arsenal, membuat peluang The Gunners untuk tergelincir semakin kecil.
Jika mampu menjaga konsistensi di dua laga terakhir, maka penantian panjang Arsenal untuk meraih gelar Liga Inggris sejak era Arsene Wenger pada tahun 2004 akan segera berakhir musim ini, menandai era baru kejayaan di London Utara.



Tinggalkan komentar