Angka Ideal Tabungan Usia 50 Tahun Mengejutkan

Agus Riyadi

11 Juli 2026

2
Min Read

Ekonesia – Impian pensiun sejahtera tanpa beban finansial menjadi dambaan setiap individu. Namun, untuk mencapai kebebasan finansial di hari tua, persiapan matang sejak dini adalah kunci. Usia 50 tahun seringkali dianggap sebagai persimpangan krusial bagi seseorang untuk meninjau kembali kondisi keuangan mereka, sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti dari dunia kerja. Lantas, berapakah sebenarnya jumlah simpanan yang idealnya terkumpul saat menyentuh usia emas tersebut?

Menurut Fidelity, sebuah lembaga perencanaan pensiun terkemuka dunia, idealnya seseorang telah memiliki tabungan yang nilainya mencapai enam kali lipat dari penghasilan tahunan saat menginjak usia 50 tahun. Aturan ini sangat direkomendasikan, khususnya bagi mereka yang menargetkan masa pensiun di usia 67 tahun. Sebagai contoh, jika total pendapatan bersih Anda dalam setahun adalah Rp100 juta, maka jumlah tersebut harus dikalikan enam. Artinya, tabungan ideal yang wajib Anda miliki di usia 50 tahun adalah sebesar Rp600 juta.

Angka Ideal Tabungan Usia 50 Tahun Mengejutkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, angka tersebut bukanlah patokan tunggal yang berlaku sama bagi setiap orang. Nathan Sebesta, seorang perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Access Wealth Strategies, menegaskan bahwa kebutuhan dana pensiun bersifat sangat personal dan bergantung pada beragam variabel penentu. "Jumlah tabungan yang dibutuhkan sangat bergantung pada kapan Anda ingin pensiun, seberapa besar pengeluaran Anda di masa pensiun, dan di mana Anda tinggal," jelas Sebesta. Selain faktor biaya hidup dan lokasi, prioritas investasi di usia ini juga cenderung beralih ke instrumen berisiko rendah dan lebih stabil guna mengamankan nilai modal dari gejolak pasar.

Bagaimana jika simpanan Anda saat ini masih jauh dari target ideal? Jika posisi keuangan Anda tertinggal cukup jauh, Sebesta menyarankan untuk mulai realistis dan menyesuaikan ekspektasi gaya hidup serta proyeksi pendapatan di hari tua. Fokuskan sisa waktu produktif sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan untuk menerapkan langkah-langkah penghematan ketat, seperti meningkatkan porsi tabungan, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, mencari sumber penghasilan tambahan, atau menunda rencana pensiun.

Sebagai opsi terakhir yang realistis, Anda mungkin perlu menerima konsekuensi untuk melanjutkan pekerjaan paruh waktu atau merintis usaha kecil saat memasuki usia pensiun demi memastikan kelangsungan pemasukan. "Tak seorang pun mendambakan harus terus bekerja di masa pensiun. Namun, bagi mereka yang terlambat memulai dan sulit mengejar ketertinggalan, ini mungkin satu-satunya jalan keluar yang realistis," pungkas Sebesta.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post