Aksi Berani Eks Menteri Saat Saham Wilmar Anjlok

Agus Riyadi

7 November 2026

2
Min Read

Ekonesia – Sebuah langkah finansial tak terduga datang dari George Yeo mantan Menteri Luar Negeri Singapura. Di tengah gejolak dan tekanan yang mendera saham Wilmar International ia justru menunjukkan kepercayaan diri dengan mengakuisisi 100.000 lembar saham perusahaan agribisnis raksasa tersebut. Transaksi bernilai sekitar Rp419 miliar ini mengerek total kepemilikannya menjadi lebih dari satu juta lembar saham sebuah sinyal kuat di tengah badai yang menerpa Wilmar.

Pembelian signifikan ini terjadi pada 4 November lalu di pasar terbuka dengan harga S$297 per lembar menurut laporan The Straits Times. Total nilai transaksi mencapai S$297.000 atau setara Rp419 miliar. Momen ini menjadi sorotan mengingat harga saham Wilmar telah anjlok lebih dari 14% dalam sebulan terakhir. Penurunan drastis ini dipicu oleh penyelidikan intensif otoritas Singapura terkait dugaan keterlibatan perusahaan-perusahaan tertentu dalam kebakaran lahan di Indonesia yang memperparah kabut asap lintas batas.

Aksi Berani Eks Menteri Saat Saham Wilmar Anjlok
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura NEA pada 23 Oktober telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada sepuluh perusahaan tercatat termasuk Wilmar. Mereka diminta untuk memberikan informasi detail mengenai hubungan korporasi konsesi lahan di Indonesia serta upaya pencegahan dan pemadaman api. Bahkan Kepala Eksekutif Wilmar Kuok Khoon Hong turut dipanggil untuk menghadiri pertemuan tertutup dengan pemerintah pada 29 Oktober.

Menanggapi situasi ini Wilmar pada 2 November menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan Control Risks Group sebuah firma yang ditunjuk NEA untuk mengevaluasi apakah perusahaan memiliki kaitan dengan kebakaran di Indonesia yang berkontribusi pada polusi asap di Singapura dan Malaysia. Wilmar juga berkomitmen untuk berkoordinasi secara sukarela dengan penilai dan firma hukum Dentons Rodyk & Davidson termasuk menyediakan seluruh dokumen informasi akses ke lokasi dan personel yang relevan. Perusahaan juga telah menyerahkan tahap pertama dokumen dan informasi sebagai respons atas pemberitahuan NEA berdasarkan Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas.

Sebelumnya Wilmar telah mengungkapkan bahwa mereka menjual pupuk dan bahan bakar diesel untuk alat berat kepada enam dari sepuluh perusahaan yang diidentifikasi NEA memiliki kaitan dengan kabut asap. Penjualan ini membukukan pendapatan sekitar US$225 juta atau setara Rp40725 miliar pada tahun fiskal 2025.

George Yeo sendiri bergabung dengan dewan direksi Wilmar sebagai direktur independen pada April 2024. Sebelum itu ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Singapura hingga 2011 dan pernah menduduki posisi eksekutif di grup perusahaan Kerry. Baik Wilmar maupun Kerry diketahui berada di bawah kendali keluarga Kuok dari Malaysia. Di tengah tekanan pasar dan pengawasan ketat terkait isu kabut asap aksi pembelian saham oleh Yeo ini menambah kepemilikannya di Wilmar menjadi lebih dari satu juta lembar sebuah langkah yang menarik perhatian publik.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post