Man City Tak Gentar Liga Inggris Cemas Berat

El-Shinta

19 Oktober 2026

3
Min Read

Ekonesia – Suasana Premier League sedang memanas menyusul sikap tegas Manchester City yang menolak berdamai dalam kasus dugaan pelanggaran Financial Fair Play FFP. Keputusan ini sontak memicu kegelisahan mendalam di kalangan klub rival, terutama karena proses hukum ini berpotensi berlarut-larut hingga musim depan, menimbulkan ketidakpastian besar bagi seluruh kontestan liga.

Sebelumnya, The Citizens menghadapi 115 dakwaan serius terkait pelanggaran FFP yang terjadi antara tahun 2009 dan 2018. Mereka dituduh melakukan 114 pelanggaran, termasuk manipulasi pendapatan fiktif senilai sekitar 830 juta poundsterling melalui transaksi semu. Dana tersebut diduga kuat digunakan untuk memuluskan laju pertumbuhan klub dan membangun dinasti kesuksesan di bawah arahan Pep Guardiola.

Man City Tak Gentar Liga Inggris Cemas Berat
Gambar Istimewa :

Namun, kubu Manchester City tetap teguh pada pendiriannya, bersikeras tidak bersalah dan telah mengajukan banding untuk melawan putusan tersebut. Jika terbukti bersalah, ancaman sanksi yang membayangi sangatlah berat, mulai dari denda fantastis, larangan transfer pemain, pengurangan poin, bahkan hingga pengusiran dari kompetisi atau pencabutan gelar juara Premier League yang pernah diraih.

Ketidakpastian mengenai kapan drama hukum ini akan berakhir menjadi sumber kekhawatiran utama. Menurut laporan terbaru dari The Daily Telegraph, sejumlah klub pesaing The Citizens sangat cemas bahwa proses hukum ini akan terus bergulir hingga musim kompetisi berikutnya. Meskipun sempat beredar kabar bahwa hasil banding akan diumumkan sekitar Februari atau Maret, klub-klub lain meragukan hal tersebut. Kekecewaan pun menyeruak di Premier League, lantaran mereka merasa Manchester City tidak menunjukkan itikad baik untuk mencapai kesepakatan penyelesaian yang bisa mengakhiri kasus ini dalam musim berjalan.

Jika ketidakjelasan ini terus berlanjut, validitas posisi akhir klasemen Liga Inggris musim ini pun dipertanyakan. Klub-klub peserta merasa bingung apakah perjuangan mereka sepanjang musim akan diakui atau justru terancam oleh keputusan yang belum pasti. Seorang sumber internal yang diwawancarai The Daily Telegraph menggambarkan situasi ini sebagai "masalah besar". Menurutnya, tidak ada klub yang percaya kasus ini akan tuntas musim ini, menimbulkan pertanyaan besar tentang makna perjuangan mereka dan keabsahan klasemen akhir. Manchester City sendiri dilaporkan siap menempuh segala cara hukum untuk menggugat dan membatalkan putusan yang menjerat mereka. Sikap pantang mundur ini secara otomatis membuat penyelesaian perkara ini tetap menjadi misteri.

Di tengah pusaran kekhawatiran klub-klub rival, David Kogan, Kepala Regulator Sepak Bola Independen, memberikan gambaran mengejutkan mengenai jadwal penyelesaian kasus ini. Kogan mengisyaratkan bahwa putusan banding Manchester City kemungkinan baru akan mencapai titik terang pada awal tahun 2027. Kogan menjelaskan kepada talkSPORT bahwa perkara ini akan ditangani oleh komisi independen Premier League, bukan oleh pihak liga secara langsung. Komisi ini akan diisi oleh tiga hakim atau pengacara purnawirawan yang bertugas untuk mendengarkan dan memutuskan kasus tersebut.

Menurut Kogan, proses persidangan kasus ini memiliki durasi yang ditetapkan selama 12 pekan. Dengan demikian, pemeriksaan perkara diperkirakan baru akan dimulai pada pertengahan atau akhir Januari mendatang. Kogan menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki wewenang untuk menentukan hasil akhir perkara ini. Keputusan sepenuhnya berada di tangan komisi independen Premier League yang akan menjalankan seluruh prosesnya secara transparan.

Manchester City sendiri sebelumnya mengklaim memiliki "senjata pamungkas" berupa argumen kuat yang diyakini bisa menggugurkan semua dakwaan dan memenangkan banding. Namun, Kogan menyatakan bahwa klaim tersebut belum dapat dinilai kebenarannya hingga proses pemeriksaan tuntas. "Kita akan mengetahui apakah klaim itu benar atau salah pada awal tahun depan," pungkasnya, merujuk pada awal 2027.

Dengan berlanjutnya proses banding ini, nasib Manchester City dalam pusaran kasus FFP masih diselimuti kabut tebal. Klub-klub rival pun terpaksa menanti dengan cemas, menunggu kepastian mengenai bagaimana perkara ini akan memengaruhi hasil akhir kompetisi Liga Inggris yang telah mereka jalani.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post